free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Hilal Terlihat, Hasil Sidang Isbat Tetapkan 1 Ramadan Jatuh 1 Maret 2025

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

28 - Feb - 2025, 19:50

Loading Placeholder
Ilustrasi bulan Ramadan. (Foto Pixabay)

JATIMTIMES - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI akan mengumumkan hasil sidang isbat penentuan 1 Ramadan 1446 Hijriah hari ini. Berdasarkan pengamatan Tim Hisab Rukyat Kemenag, kemunculan bulan baru sudah teramati di wilayah Indonesia.

Kesimpulannya, posisi hilal di wilayah NKRI ada yang sudah memenuhi kriteria tinggi hilal minimum. Dengan begitu, secara hisab 1 Ramadan 1446 H bertepatan dengan Sabtu, 1 Maret 2025.

Baca Juga : Hilal Penentuan Awal Ramadan Tak Terlihat di Kabupaten Malang

"Berdasarkan kriteria MABIMS, tanggal 29 Syaban 1446 H/28 Februari 2025 M posisi hilal di wilayah NKRI ada yang telah memenuhi kriteria tinggi hilal minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat, sehingga tanggal 1 Ramadan 1446 H secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Sabtu Pahing, 1 Maret 2025 M," ujar Cecep Nurwendaya, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag di Kantor Kemenag, Jumat (28/2/2025).

Pada hari rukyat tanggal 28 Februari 2024 M, tinggi hilal di seluruh wilayah NKRI antara: 3 derajat 05' 55'' (3, 10 derajat) s.d 4 derajat 40' 58'' (4,68 derajat) dan elongasi antara 4 derajat 47' 02'' (4,78 derajat) s.d 6 derajat 24' 08'' (6,40 derajat).

Di wilayah Barat Laut, Provinsi Aceh NKRI termasuk Sabang dan Banda Aceh telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS (3-6,4 derajat).

"Oleh karenanya menjelang awal Ramadan pada hari rukyat di daerah yang telah memenuhi imkan rukyat ini secara teoritis memungkinkan hilal awal Ramadan 1446 H dapat dirukyat," tambah Cecep.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu rangkaian sidang isbat awal Ramadan 2025. Dan pemerintah akan melakukan penetapan awal Ramadan 2025 secara resmi yang nanti akan langsung dilanjut dengan konferensi pers oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Sementara itu, pengamatan hilal awal Ramadhan 1446 Hijriah di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta pada Jumat (28/2/2025) malam belum membuahkan hasil. 

Cuaca mendung menjadi kendala utama dalam proses rukyatul hilal yang dilakukan oleh tim hisab rukyat.

"Hasil pemantauan kami setelah matahari terbenam pukul 18.12 hingga 18.29 WIB, hilal tidak terlihat karena cuaca mendung. Langit tertutup awan gelap dan pekat, sehingga hilal tidak dapat diamati," ujar Tim Hisab Rukyat Kemenag Jakarta, Hipni Aseni, dikutip dari Kompas. 

Baca Juga : Antisipasi Kemacetan di 4 Lokasi Pasar Takjil, Sejumlah Personel Bakal Diturunkan

Meskipun berdasarkan perhitungan falakiyah, hilal seharusnya sudah berada pada posisi 4 derajat di atas ufuk. Namun kondisi cuaca yang kurang mendukung menyebabkan hilal tak bisa terpantau secara langsung.

"Kalau hitungan falakiyah, posisi hilal sudah 4 derajat dan berada di atas ufuk. Namun, karena cuaca tidak mendukung, hilal tetap tidak bisa dilihat," jelas Hipni. 

Ia juga memastikan bahwa alat teleskop yang digunakan untuk pemantauan bekerja dengan baik. Namun, faktor alam membuat pengamatan gagal dilakukan.

Dengan hasil pemantauan ini, laporan dari Kanwil Kemenag Jakarta akan segera disampaikan ke Kementerian Agama pusat. Selanjutnya, keputusan mengenai awal Ramadhan akan ditentukan melalui sidang isbat yang digelar oleh pemerintah.

"(Hasilnya akan dilaporkan) ke Kemenag pusat. Dari situ, akan diadakan sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadhan," tutup Hipni.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---