JATIMTIMES – Upaya pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadan 1446 Hijriah di Bukit Banjarsari, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, tak membuahkan hasil. Awan mendung yang menyelimuti langit barat membuat bulan sabit muda tak terdeteksi. Kini, keputusan awal puasa menunggu hasil sidang isbat oleh Menteri Agama.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar, Farmadi, menjelaskan bahwa rukyatul hilal dilakukan pada Jumat (28/2/2025) mulai pukul 17.54 WIB. Namun, selama 15 menit pemantauan, hilal tak kunjung tampak akibat cuaca yang kurang bersahabat.
Baca Juga : 1.634 Bungkus Lebih Rokok Ilegal Nyaris Beredar di Magetan Sepanjang 2024
"Awan mendung cukup tebal di langit barat, sehingga hilal tidak bisa terlihat," ujarnya.
Menurut Farmadi, hasil pemantauan tersebut langsung disampaikan kepada hakim yang bertugas dan segera diteruskan ke Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. Selanjutnya, laporan dari Blitar dan berbagai daerah lain di Indonesia akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat nasional.
Kondisi serupa juga terjadi di beberapa wilayah lain di Jawa Timur. Farmadi menyebut bahwa laporan dari Jombang mengindikasikan cuaca kurang mendukung, bahkan sempat terjadi gerimis. Situasi ini menambah tantangan dalam mengamati bulan baru sebagai penanda masuknya Ramadan.
Meskipun hilal tidak tampak di Bukit Banjarsari, masyarakat diimbau untuk menunggu keputusan resmi pemerintah. Farmadi menegaskan bahwa penentuan awal Ramadan tetap mengikuti mekanisme sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI.
"Kami meminta masyarakat bersabar dan mengikuti keputusan yang akan diumumkan oleh Menteri Agama," katanya.
Baca Juga : Berkendara Nyaman dan Cari Aman Memasuki Bulan Puasa
Bukit Banjarsari selama ini menjadi salah satu titik pemantauan hilal di Blitar Raya. Dengan ketinggian yang cukup ideal dan minim polusi cahaya, lokasi ini kerap digunakan dalam observasi astronomi Islam. Namun, faktor cuaca kerap menjadi kendala dalam rukyatul hilal, terutama saat musim hujan seperti sekarang.
Pemantauan hilal tetap menjadi bagian penting dalam tradisi penetapan awal Ramadan di Indonesia. Meski perkembangan teknologi telah memungkinkan perhitungan hisab yang lebih akurat, metode rukyat atau pengamatan langsung masih dipertahankan sebagai bagian dari prinsip kehati-hatian.
Dengan hasil rukyatul hilal yang nihil, umat Islam di Kabupaten Blitar dan sekitarnya kini menanti kepastian dari sidang isbat nasional. Apapun keputusannya, semangat menyambut Ramadan tetap terasa, menandai bulan penuh berkah yang dinanti umat Islam di seluruh penjuru negeri.