free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Penjelasan BMKG Soal Acuan Pemantauan Hilal Penentu Awal Ramadan

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - Feb - 2025, 17:18

Loading Placeholder
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Mamuri saat ditemui JatimTIMES di kantornya ketika memberikan keterangannya kepada awak media. (Foto: Ashaq Lupito/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan sejumlah penjelasan terkait penentuan awal Ramadan 2025 masehi/1.446 hijriah. Di mana, pemantauan hilal nantinya juga akan dilakukan di Kantor Bupati Malang, Kecamatan Kepanjen pada Jumat (28/2/2025) sore.

"Pemantauan hilal akan dilakukan nanti sore di Kantor Bupati Malang di Kepanjen lantai 9," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Mamuri kepada JatimTIMES, saat dikonfirmasi jelang pemantauan hilal, Jumat (28/2/2025).

Baca Juga : Fourtwnty Umumkan Rehat Sementara dari Panggung Musik, Ini Penjelasannya 

Dijelaskan Mamuri, terdapat beberapa ketentuan termasuk hisab atau perhitungan yang akan dijadikan dasar saat pemantauan hilal pada Jumat (28/2/2025) sore. Sesuai data hilal dan matahari yang disampaikan Mamuri, terdapat beberapa ketentuan dalam penentuan awal ramadan 2025 masehi/1.446 hijriah.

Keterangan pertama ialah konjungsi geosentrik atau konjungsi, fase bulan baru, atau ijtima'. Pengertiannya adalah peristiwa ketika bujur ekliptika bulan sama dengan bujur ekliptika matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat bumi.

Keterangan selanjutnya ialah seputar waktu terbenam yang dinyatakan ketika masing-masing piringan atas bulan atau matahari tepat berada di horizon teramati (ufuk mar'i).

Sementara azimuth dinyatakan dari titik utara geografis (true north) menyusuri horizon ke arah timur hingga ke posisi proyeksi benda langit di horizon. "Benda langit yang dimaksud adalah bulan atau matahari," terang Mamuri.

Keterangan selanjutnya meliputi tinggi hilal dari horizon teramati (ufuk mar'i), yang dinyatakan sebagai ketinggian pusat piringan bulan dari horizon teramati untuk pengamat di permukaan bumi. Sedangkan umur bulan adalah selisih waktu antara terbenam matahari dengan waktu terjadinya konjungsi.

Sementara Lag adalah selisih antara waktu terbenam bulan dan matahari. "Lag setara dengan lama bulan di atas horizon teramati," imbuhnya.

Baca Juga : Terus Kawal Kasus Pemagaran Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan Diminta Tuntaskan Dalam Tiga Bulan

Keterangan penentu awal ramadan selanjutnya ialah Elongasi. Pengertiannya, Elongasi adalah jarak sudut antara pusat piringan bulan dan pusat piringan matahari untuk pengamat di permukaan bumi.

Sedangkan Fraksi Illuminasi adalah persentase perbandingan antara luas piringan bulan yang tercahayai oleh matahari dan menghadap ke pengamat di permukaan bumi. Yakni dengan luas seluruh piringan bulan.

"Hilal berpotensi untuk teramati jika nilai kontras hilal lebih besar dari pada nol," ujarnya.

Mamuri menyampaikan, keterangan data di atas adalah hasil hisab atau perhitungan yang nantinya akan dijadikan dasar saat pemantauan. "Jadi akan dilakukan pengamatan hilal," pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---