JATIMTIMES - Komunitas ambulans di Malang menggelar kegiatan pelatihan medis gawat darurat untuk para relawan. Kegiatan tersebut menggandeng Satlantas Polresta Malang Kota dan rumah sakit Hermina.
Para relawan diajarkan berbagai materi. Mulai Bantuan Hidup Dasar (BHD), praktik Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan pertolongan serta penanganan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga : Operasi Cipta Kondisi Jelang Ramadan, 717 Botol Miras Diamankan Satpol PP Kota Malang
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu M Isrofi mengatakan pelatihan tersebut digelar sebagai bentuk memperkuat komunikasi dan koordinasi penanganan korban laka lantas. Selain itu, untuk menambah wawasan para relawan ambulans ketika menangani korban.
“Dengan adanya sinergitas yang baik ini, maka berujung kepada aksi responsif penanganan medis, yang diharapkan dapat menekan fatalitas pada korban kecelakaan,” kata Isrofi, Kamis (27/2/2025).
Selain pelatihan medis, juga diselipkan materi tentang Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Sehingga tidak hanya kesiapan dari relawan ambulans saja, melainkan juga kesiapan dari pihak rumah sakit bisa responsif.
“Jadi, pihak rumah sakit bisa mengetahui gambarannya seperti apa. Ketika relawan ambulans dalam perjalanan membawa korban laka lantas, maka pihak rumah sakit segera diberitahu dan saling berkoordinasi. Sehingga saat pasien korban laka lantas tersebut tiba, maka pihak rumah sakit juga sudah siap melakukan penanganan,” beber Isrofi.
Sementara itu, Direktur RS Hermina Tangkuban Perahu, dr Agnes Widayu Estiningsih menjelaskan pembekalan kepada relawan dianggap sangat penting. Terutama ketika membantu pasien gawat darurat khususnya korban laka lantas.

Dalam kegiatan tersebut, RS Hermina membawa dokter spesialis jantung sebagai pemateri. “Hasil dari kegiatan ini, yaitu bagaimana koordinasi serta kolaborasi dalam penanganan kegawat daruratan. Pada intinya, kecepatan dan ketepatan penanganan sangatlah penting untuk menurunkan tingkat kesakitan maupun kegawatan pasien,” terang Agnes.
Sementara itu, Koordinator Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Dhana Setiawan mengatakan bahwa di Kota Malang saat ini kurang lebih ada sekitar 70 ambulans milik relawan.
Pada kegiatan ini, Dhana berharap tak berhenti sampai disini. Karena menurutnya, kegiatan pelatihan seperti ini sangat penting untuk komunitas ambulans yang ada di Malang.
Baca Juga : Polres Malang Gelar Pelatihan First Aid, Upaya Minimalisir Fatalitas Korban Kecelakaan
“Kegiatan ini sangat penting untuk komunitas ambulans. Tidak hanya ini saja, kami harap bisa berkelanjutan kedepannya,” kata Dhana.
Disinggung mengenai kesulitan selama ini, Dhana mengaku kendala pasti terjadi di lapangan. Sehingga melalui kegiatan ini, ia berharap ada komunikasi dan koordinasi yang baik kedepannya.
“Selama ini kendala juga ada. Dengan kegiatan ini respon IGD juga sangat diperlukan. Karena kami harus konfirmasi kepada RS tertuju ketika ada korban atau pasien,” ungkap Dhana.
Hal senada juga diungkapkan oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Yayasan Rumah Solusi, Anto. Menurutnya, penguatan koordinasi dari segala sektor harus dilakukan terhadap penanganan kegawatdaruratan.
“Sesuai dengan misi kami, yaitu membangun komunikasi dan menguatkan koordinasi. Oleh karenanya, koordinasi baik dari relawan medis, rumah sakit maupun kepolisian harus saling bersinergi dengan baik dalam penanganan kegawatdaruratan khususnya korban laka lantas,” pungkas Anto.