JATIMTIMES – Musibah banjir sedang melanda Kabupaten Sidoarjo belakangan ini. Beberapa titik di wilayah Sidoarjo yang terdampak banjir mengganggu aktivitas warga.
Salah satunya, warga Puri Indah Asri Desa Sidodadi Kecamatan Candi Sidoarjo. Mereka mengeluhkan banjir yang semakin parah setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir dan belum surut.
Baca Juga : Imbas Efisiensi, Ombudsman Jatim Tak Punya Anggaran Cegah Maladiministrasi
Selain genangan air yang menghambat aktivitas, warga juga dibuat resah oleh kemunculan ular kobra yang berada di lingkungan SMPN 4 Sidoarjo.
Salah satu warga Puri Indah Achmad Pramudito menjelaskan kebanjiran ini baru ia alami selama 25 tahun tinggal di tempat tersebut akibat hujan seharian yang tak kunjung reda.
"Gak pernah (banjir), ini pertama terjadi sejak 25 tahun saya tinggal di sini, ini airnya dari luapan sungai depan rumah," ungkap Pramudito, Rabu (26/2/2025).
Banjir yang mencapai tulang kering orang dewasa ini tidak hanya merendam rumah-rumah warga, tetapi juga sejumlah fasilitas umum, termasuk sekolah-sekolah.
Pra sapaan akrabnya, menjelaskan air tersebut berasal dari luapan sungai yang berjarak 15 meter dari rumahnya mengingat saat itu kondisi sungai juga sedang pasang.
Mengenai banjir ini, Pra juga menjelaskan air di komplek rumah tersebut tidak kunjung surut dari Selasa (25/2) hingga Rabu (26/2) pagi belum reda.
"Ini baru mengkhawatirkan karena aktivitas jadi terganggu," jelasnya.
Baca Juga : Tebing Longsor Bikin Jebol Rumah Warga Blitar, Hujan Deras Jadi Pemicu
Selain itu, Pra juga menambahkan siswa SMPN 4 Sidoarjo terpaksa diliburkan karena adanya sejumlah ular kobra yang berada di dalam kelas. Keberadaan ular ini dikhawatirkan nantinya berbahaya bagi para siswa.
"Para murid SMPN 4 sampai diliburkan karena ada 4 ular kobra masuk kelas. Sehingga pihak sekolah terpaksa meliburkan guna keamanan," imbuhnya.
Ia menambahkan warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk menangani banjir ini, termasuk memperbaiki sistem drainase agar genangan cepat surut dan tidak lagi mengundang ular berbisa masuk ke pemukiman warga.