JATIMTIMES - Fenomena #KaburAjaDulu tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Gerakan ini mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk mencari peluang kerja dan kehidupan yang lebih baik di luar negeri. Isu ini muncul sebagai respons terhadap kondisi politik dan sulitnya lapangan pekerjaan di Indonesia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pun angkat bicara mengenai fenomena ini, memberikan perspektif yang lebih luas tentang peran Indonesia di dunia.
Baca Juga : Rinda Puspasari Luncurkan Buku Bertemu Mutiara, Happy Salma: Sangat Personal tetapi Kaya Sekali dengan Ilmu
Dalam pandangan Anies, jumlah orang Indonesia yang berkiprah di kancah internasional masih sangat kurang dibandingkan dengan negara lain. Ia menyoroti bagaimana bangsa Indonesia, yang secara literal sangat besar dalam hal jumlah penduduk, luas wilayah, dan kekayaan budaya, masih belum cukup dikenal dan berpengaruh di tingkat global.
"Jumlah orang Indonesia yang berkiprah di luar negeri masih amat kurang, kita butuh lebih banyak," ujar Anies dalam unggahannya di X, dikutip Minggu (23/2/2025).
Ia mencontohkan keberadaan restoran Vietnam, Thailand, dan Jepang yang sudah tersebar luas di berbagai belahan dunia. Sementara kuliner Indonesia masih belum mendominasi panggung global. "Lihatlah restoran Vietnam, Thailand, dan Jepang yang tersebar di berbagai kota dunia. Nama mereka menempel di setiap sudut, menghadirkan rasa, memperkenalkan budaya. Lalu, bagaimana dengan kehadiran restoran Indonesia?" tanyanya.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, namun belum cukup agresif dalam memperkenalkannya ke dunia. Ia menekankan perlunya lebih banyak restoran Indonesia di luar negeri, seperti Warung Tegal di Eropa, soto dan sate di Afrika, serta rendang di Amerika Selatan. "Mengapa cita rasa nusantara belum mendominasi lorong-lorong kuliner global? Kita butuh lebih banyak restoran Indonesia di luar," tegasnya.
Tak hanya dalam dunia kuliner, Anies juga menyoroti kurangnya peran orang Indonesia dalam perusahaan-perusahaan besar dunia. "Lihatlah perusahaan besar dunia. Orang India dan Amerika ada di mana-mana—CEO, pemimpin, inovator. Mereka tak hanya di perusahaan AS dan Eropa, tapi juga di perusahaan besar banyak negara. Kita butuh lebih banyak orang Indonesia yang berperan strategis di perusahaan dunia," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran lebih banyak orang Indonesia di lembaga internasional seperti PBB, Bank Dunia, ICC, dan ICRC, serta dalam bidang seni dan sains. "Kita butuh lebih banyak ilmuwan kita di CERN, seniman kita di Broadway, musisi kita di London Philharmonic, sineas kita di Hollywood," ujar Anies.
Meski demikian, ia juga menyadari bahwa fenomena brain drain (di mana talenta terbaik memilih bekerja di luar negeri) perlu dikelola dengan baik. "Tentu saja, kita harus mengelola fenomena brain drain. Perlu lebih banyak kesempatan kerja yang layak bagi talenta terbaik di dalam negeri. Tapi faktanya, kehadiran Indonesia di dunia pun masih kurang terasa. Keduanya bisa kita kejar secara paralel," jelasnya.
Baca Juga : Bawa Nama IKA Unair, Khofifah Terpilih sebagai Presidium Himpuni Periode 2025-2028
Anies melihat keberadaan diaspora Indonesia di luar negeri bukan sebagai kehilangan, melainkan sebagai penguatan posisi Indonesia di dunia. "Keberadaan mereka bukan kehilangan bagi Indonesia, tapi justru memperkuat posisi kita di dunia. Tak perlu ragukan nasionalisme mereka," tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa mereka yang saat ini bekerja dan berkarya di luar negeri bukan berarti meninggalkan Indonesia, melainkan membawa serta nama bangsa ke panggung global. "Mereka bukan meninggalkan Indonesia, tapi mereka justru membawa serta dan menghadirkan Indonesia ke hadapan dunia," ujarnya.
"Mereka adalah duta bangsa yang diangkat bukan lewat surat keputusan, tapi lewat dedikasi dan kerja keras. Kita butuh lebih banyak anak bangsa yang berani melangkah, menjadi wajah Indonesia, memperkuat soft power kita di berbagai belahan bumi," tambahnya.
Di akhir pesannya, Anies menegaskan bahwa bangsa yang besar bukan hanya besar di dalam negerinya, tetapi juga di dunia internasional. "Bangsa yang besar bukan hanya besar di dalam negerinya, tapi juga kehadirannya dirasakan di dunia. Bangsa yang jadi tuan rumah di negeri sendiri dan tamu memesona di negeri orang. Saatnya membentangkan sayap dan menggaungkan kehadiran Indonesia di dunia," pungkas Anies.