JATIMTIMES - Ratusan kejadian gempa Bumi terjadi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya selama sepekan terakhir. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, terekam 146 kejadian gempa Bumi pada periode 14-20 Februari 2025.
"Kejadian gempa Bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Mamuri, Sabtu (22/2/2025) malam.
Baca Juga : Bawa Nama IKA Unair, Khofifah Terpilih sebagai Presidium Himpuni Periode 2025-2028
Diterangkan Mamuri, pada periode ini, gempa Bumi terbanyak terekam pada 18 Februari 2025. Yakni dengan jumlah 29 kejadian gempa Bumi.
Sedangkan kejadian gempa Bumi paling sedikit terekam pada 16 Februari 2025. Yaitu dengan jumlah 9 kejadian. "Magnitudo terbesar pada periode ini adalah M 4.8 dan magnitudo terkecil, yaitu M 0.9," terangnya.
Ditambahkan Mamuri, pada periode ini terdapat 119 kejadian gempa Bumi dangkal. Sementara gempa Bumi menengah terekam sebanyak 27 kejadian dan nihil kejadian gempa Bumi dalam.
Penjelasannya, gempa Bumi dangkal ialah kedalaman gempa pada rentang 0-60 kilometer dari permukaan laut. Kemudian, gempa Bumi menengah ialah kedalaman 60-300 kilometer.
Baca Juga : Jelang Ramadan, PLN Kunjungi Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Qarni dalam Tajuk Sharing is Caring
Sedangkan gempa Bumi dalam adalah yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. Dari beberapa spesifikasi tersebut, dapat diartikan bahwa tidak semua kejadian gempa Bumi dapat dirasakan oleh manusia. "Pada periode ini tidak terdapat kejadian gempa Bumi dirasakan," pungkas Mamuri.