JATIMTIMES - Masyarakat Kota Batu bersiap diri menyambut bulan puasa Ramadan 2025. Salah satunya muncul keinginan pedagang di Zona Kuliner Pasar Induk Among Tani agar bisa tetap berjualan.
Para pedagang kuliner pasar tersebut ingin ada penyesuaian jam operasional. Mereka meminta agar bisa buka lebih lama sehingga perlu penambahan jam buka hingga malam hari.
Baca Juga : Terdampak Inpres Efisiensi Anggaran, Pengusaha Hotel Incar Segmen Korporasi
Koordinator PKL Zona Kuliner Pasar Induk Among Tani Batu Kinun Aurimak mengatakan, penyesuaian jam operasional perlu dilakukan. Hal tersebut lantaran adanya dorongan agar Zona Kuliner Pasar Induk bisa menjadi pilihan masyarakat untuk ngabuburit atau menunggu azan Magrib untuk buka puasa.
"Selain itu, penambahan jam buka untuk menghindari penurunan omzet yang signifikan karena pembeli akan berkurang drastis pada saat puasa Ramadan. Kami berharap bisa buka maksimal pukul 22.00," ungkap Kinun saat ditemui, belum lama ini.
Ia menyebut, nyaris semua PKL punya harapan yang sama. Dirinya mengaku sudah menyampaikan permintaan itu ke UPT Pasar Induk Among Tani Batu. Namun hingga kini, pihaknya masih belum mendapat jawaban.
"Kalau permintaan buka malam sudah disampaikan ke UPT. Kami masih menunggu. Kalau seluruh pedagang sudah setuju, sepertinya akan di-acc," tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT Pasar Induk Among Tani Batu Gadis Dewi Primandhasari mengaku belum ada komunikasi terkait permintaan tambahan jam tersebut. Kendati begitu, Gadis menilai penambahan jam operasional sah-sah saja.
Baca Juga : Sempat Dimassa, Pelajar di Kota Malang Ditahan Gegara Maling Toko, Dua Pelaku Buron
"Memungkinkan juga karena tidak ada benturan dengan jadwal pedagang lain," ucap Gadis.
Gadis menyebut pihaknya menunggu jika ada perwakilan pedagang yang menyampaikan keinginannya itu. Sebab, pihaknya perlu mendiskusikan terkait tambahan keamanan hingga petugas yang berjaga sampai malam. "Perlu koordinasi lanjut dengan pimpinan juga," imbuh Gadis.