JATIMTIMES - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2024 telah usai dan menetapkan pasangan calon kepala daerah nomor satu yakni HM. Sanusi dan Lathifah Shohib sebagai Bupati Malang terpilih dan Wakil Bupati Malang terpilih.
Mengacu pada Peraturan Presiden RI Nomor 13 Tahun 2025 dan formulir berita Kementerian Dalam Negeri RI Nomor: 100.2.1.3/644/SJ tertanggal 11 Februari 2025 semua pasangan kepala daerah akan menjalani prosesi pelantikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang secara serentak dilakukan pada Kamis (20/2/2025) di Istana Kepresidenan Jakarta, termasuk Sanusi-Lathifah Shohib.
Baca Juga : Wakil Bupati Malang Didik Gatot Pamit dan Berikan Pesan Mendalam untuk Seluruh Pegawai: Terus Berkarya
Setelah melalui prosesi pelantikan di Istana Kepresidenan Jakarta, Bupati Malang HM. Sanusi akan mengikuti serangkaian pembekalan khusus atau retret oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah mulai tanggal 21 hingga 28 Februari 2025.
Sebelumnya, pada Minggu (16/2/2025), Sanusi bersama Lathifah Shohib telah menjalani serangkaian tes kesehatan di Gedung Kementerian Dalam Negeri RI. Kemudian pada Selasa (18/2/2025), Sanusi-Lathifah Shohib akan menjalani gladi bersih pelantikan pasangan kepala daerah yang nantinya akan dilangsungkan di Istana Kepresidenan Jakarta.
Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang mengatakan, bahwa nantinya yang akan mengikuti prosesi pembekalan khusus atau retret di Akademi Militer Magelang hanya Bupati Malang HM. Sanusi.
"Yang ikut proses pembekalan di Akmil Magelang itu Pak Bupati, untuk Bu Lathifah di hari terakhir," ungkap Didik kepada JatimTIMES, Senin (17/2/2025).
Sehingga, ketika Sanusi mengikuti kegiatan pembekalan khusus atau retret oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, dimungkinkan Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib akan menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati Malang.
Baca Juga : Delapan Pejabat Tinggi Pratama Pemkot Batu Dirotasi
"Nanti Bu Wabup mulai tanggal 21 sampai tanggal 28 Februari mengendalikan pemerintahan. Karena ini proses pelatihan, rekomendasi-rekomendasi bisa dilakukan. Bisa jadi nanti Plh. Ini kan belum ada informasi yang mengatur itu," jelas Didik.
Disinggung mungkinkah dirinya dapat menjabat sebagai Plh. Bupati Malang ketika Bupati Malang HM. Sanusi mengikuti prosesi pelatihan khusus atau retret di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Didik menegaskan tidak bisa.
"Saya nggak mungkin dan tidak bisa. Karena ketika sudah ada pengajuan pemberhentian, itukan satu paket Pak Bupati dan Wakil Bupati. Maka selesai sudah tugas dari Wakil Bupati. Karena sudah ada wakil bupati pengganti, nah wakil bupati pengganti yang nanti dimungkinkan jadi Plh nya. Tapi regulasinya sampai hari ini belum turun," pungkas Didik.