free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Lingkungan

MOHGA, Kepedulian Musisi terhadap Isu Lingkungan demi Malang yang Asri 

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Yunan Helmy

16 - Feb - 2025, 18:31

Loading Placeholder
MOHGA saat live session di Jembatan Pasar Gadang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sejumlah musisi asal Malang yang menamakan diri  Make Our Home Great Again (MOHGA) peduli akan isu lingkungan yang berkembang di Malang Raya. Buktinya, mereka membuat satu album dengan mengangkat tema sosial dan lingkungan yang banyak dibicarakan masyarakat. 

Ronaldo Setyabudi, founder MOHGA mengatakan memang pihaknya sengaja membuat suatu proyek musik yang mengangkat isu sosial dan lingkungan. Sebab, pihaknya terus menggaungkan green mission (misi hijau). 

Baca Juga : Selamat, Putri Pertama Mahalini dan Rizky Febian Lahir

“Salah satu program yang kita gaungkan yaitu green mission. Kebetulan ini green mission part 2 karena yang part 1 sudah dilakukan di Wajak,” kata Ronaldo pada live sesion di Jembatan Pasar Gadang yang beberapa waktu terakhir banyak dibicarakan orang terkait isu lingkungan. 

Ronaldo menjelaskan bahwa green mission merupakan sebuah reaksi atau tanggapan terhadap isu yang lagi marak di Malang Raya. Sebagai contoh, di Jembatan Pasar Gadang, ia melihat masih banyak masyarakat yang dengan sengaja membuang sampah tidak pada tempatnya.

“Terbukti hingga saat kami ke sana, masih menemukan sampah di Jembatan Pasar Gadang. Kita melakukan live session dan ada performance art dari teman-teman yang tergabung di MOHGA,” ungkap Ronaldo. 

Menurut Ronaldo, lingkungan menjadi faktor yang sangat penting pada kehidupan karena lingkungan sangat memengaruhi pola pikir masyarakat.

“Lingkungan yang sehat akan membuat pola pikir masyarakat jadi sehat juga. Tapi lingkungan yang buruk juga akan memengaruhi pola pikir jadi buruk juga sehingga kita konsen terhadap isu lingkungan,” beber Ronaldo. 

Dengan banyaknya musisi yang bergabung di MOHGA volume 1, Ronaldo ingin jangkauannya lebih luas lagi. Pihaknya akan terus melakukan kampanye terkait isu lingkungan lebih luas. 

“Setiap band pasti mempunyai pendengar masing-masing, sehingga kalau kita gabungkan bisa menjadi kelompok yang besar. Semakin besar pergerakan bisa mencakup lingkup yang lebih besar lagi untuk berkampanye tentang lingkungan,” kata Ronaldo. 

Pada kegiatan di Wajak, Kabupaten Malang, MOHGA melakukan aksi penanaman bibit pohon dan bersih-bersih. Di sana mereka menurunkan empat line up dari 14 musisi. 

Baca Juga : Blitar 1948: Raden Darmadi dan Perang Gerilya di Brantas Selatan

“Rencananya akan kita bagi di setiap aksinya karena kita masih ada 3 program lagi sampai grand launching 20 April 2025. Ada 14 musisi akan perform bebarengan diikuti dengan aksi,” kata Ronaldo. 

Terdekat, MOHGA akan melakukan aksi yang dinamakan Logic University. Yakni konser dan penyuluhan dengan menggandeng fakultas dari sejumlah kampus. 

Karena selain isu lingkungan, MOHGA juga akan menyasar kampus-kampus dengan kasus bunuh diri tertinggi karena pihaknya juga konsen pada mental health issue. 

“Kita ingin memberi warna baru. Musisi bukan hanya bersuara tapi memberi contoh atau dampak secara langsung. Ini gak akan terlaksana tanpa dukungan pendengar atau teman-teman setiap band,” ungkap Ronaldo. 

“Pesan saya, mari kita jaga rumah kita dari kerusakan ekologi. Kita buat rumah kita kembali nyaman untuk ditinggali, kita kembalikan Malang yang asri, seperti dulu. Let's make our home great again,” pesan Ronaldo mengakhiri. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Yunan Helmy

Lingkungan

Artikel terkait di Lingkungan

--- Iklan Sponsor ---