JATIMTIMES – Setidaknya 100 orang kehilangan nyawa dalam insiden desak-desakan yang terjadi usai bentrokan dalam pertandingan sepak bola di Nzérékoré, kota terbesar kedua di Guinea, Afrika.
Perdana Menteri Guinea Mamadou Oury Bah menyatakan bahwa insiden tersebut memicu "kekacauan" yang menyebabkan banyak korban pada Minggu. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketenangan dan menghindari tindakan yang memperburuk situasi.
Baca Juga : Pemuda di Kota Batu Ditemukan Tewas Gantung Diri
Seorang dokter mengungkapkan bahwa banyak jenazah berjejer di rumah sakit sejauh mata memandang. "Beberapa lainnya tergeletak di lantai, di lorong-lorong. Ruang kamar mayat telah penuh," ungkapnya.
Menurut laporan media setempat, polisi menembakkan gas air mata setelah para pendukung tim tamu, Labé, meluapkan kemarahan terhadap wasit dengan melemparkan batu ke lapangan.
"Semuanya berawal dari keputusan wasit yang ditentang. Kemudian, para penggemar menyerbu lapangan," ungkap seorang saksi mata.
Video dan foto yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi kacau di luar stadion. Kerumunan besar terlihat mencoba memanjat tembok. Di lokasi tersebut, sejumlah jenazah tampak tergeletak di tanah dan beberapa di antaranya yang tak sadarkan diri terlihat merupakan anak-anak.
Baca Juga : Rekomendasi PSU: Bawaslu Kota Blitar Gagal Jaga Netralitas?
Perdana Menteri Bah menyampaikan bahwa pemerintah daerah sedang berupaya untuk "memulihkan ketenangan". Ia juga menambahkan bahwa rumah sakit setempat saat ini fokus memberikan perawatan kepada para korban luka.