JATIMTIMES - Calon bupati (cabup) Malang nomor urut 1 HM. Sanusi tengah menjajaki untuk merealisasikan pemberian insentif bagi guru madrasah non-ASN (aparatur sipil Nlnegara). Hasil pendataan sementara, ada 4.446 guru yang diproyeksikan menerima insentif. Besarannya mencapai Rp 500 ribu per bulan.
Pernyataan tersebut disampaikan politisi yang karib disapa Abah Sanusi ini saat menghadiri undangan dialog interaktif bersama forum guru swasta di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang pada Minggu (3/11/2024).
Baca Juga : Totok Sugiarto: Jika Kota Blitar Ingin Maju, Pilih Mas Ibin
"Sudah kami programkan, nanti guru-guru (madrasah) di Kabupaten Malang yang sudah punya legalitas, yang belum mendapatkan sertifikasi, dan belum terjaring dalam PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) itu saya tambahi insentif Rp 500 ribu per bulan," ujar Abah Sanusi.
Sebelumnya, incumbent Abah Sanusi juga telah merealisasikan pemberian insentif bagi guru non-ASN di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang. Jumlahnya ada sekitar 13 ribu guru dengan besaran yang sama, yakni Rp 500 ribu per bulan.
Sedangkan dari hasil pendataan sementara, jumlah guru non-ASN di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) yang diproyeksikan menerima insentif ada 4.446 guru. Data tersebut, diakui Abah Sanusi, telah sesuai dengan rekomendasi dari Kemenag.
"Nanti dikasih (insentif) juga setelah mendapat persetujuan dari DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malang)," imbuh Abah Sanusi.
Baca Juga : SKB CPNS 2024 Apakah Ada Passing Grade? Ini Jawabannya
Dari jumlah tersebut, sambung Abah Sanusi, diperkirakan butuh anggaran sekitar Rp 26,7 miliar. "Besarannya Rp 500 ribu per bulan. Jadi, total satu tahunnya Rp 6 juta. Kemudian dikali itu (4.446) menjadi sekitar Rp 26-an miliar," pungkas Abah Sanusi.