JATIMTIMES - Finns Beach Club Bali saat ini tengah menjadi sorotan publik. Hal ini menyusul terkuaknya beberapa fakta setelah viralnya pesta kembang api di tengah-tengah prosesi suci persembahyangan umat Hindu.
Setelah peristiwa tersebut, fakta-fakta pun akhirnya muncul ke permukaan. Salah satunya seperti ditemukannya 300 pekerja asing di club tersebut.
Baca Juga : PT KAI Ganti Rel Sepanjang 42,75 Km di Wilayah Daop 8 Surabaya
Melansir akun Tiktok @Info Bali Terbaru, Manajemen Finns Beach Club mengakui 15 persen dari 2.000 pekerja Finns adalah orang asing. Jika diakumulasikan, berarti ada 300 orang asing yang bekerja di sana.
Namun Imigrasi menyatakan hanya 20 orang asing bekerja di Finns. Ada perbedaan pengakuan dan temuan.
Isu ini tentu menjadi sorotan publik. Pasalnya, banyak akomodasi wisata di Bali mempekerjakan orang asing yang harus diperiksa secara transparan legalitas mereka mencari cuan di Bali.
Terlebih untuk di Finns saja, mayoritas orang asing itu memegang jabatan selevel manajer.
Atas hal ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menegaskan TKA di Finns Beach Club sebanyak 20 orang. Imigrasi membantah informasi yang menyebut jumlah warga asing yang bekerja di kelab itu mencapai 300 orang.
"Sekitar 20 TKA. Itu data di Finns Beach Club dari hasil pendataan terakhir 17 Oktober 2024," ujar Kepala Seksi (Kasi) Informasi dan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Nyoman Asta, dikutip dari detikBali, Selasa (22/10/2024).
Baca Juga : Menebak Ibu Negara Indonesia 2024 Setelah Prabowo Dilantik Menjadi Presiden, Apakah Titiek Soeharto?
Asta menduga ada misinformasi terkait jumlah pekerja asing yang dimaksud. Menurutnya, total pegawai tetap di Finns Beach Club sebanyak 100 orang. Data tersebut, dia melanjutkan, hampir serupa dengan hasil pendataan yang dilakukan Imigrasi Ngurah Rai.
"Bisa jadi maksud Finns itu 15 persen dari pegawai tetap office-nya yang cuma sekitar 100 orang. Bukan pegawai kontrak yang kerja di keseluruhan beach dan recreational club," pungkasnya.
Diketahui, Finns menjadi sorotan setelah menggelar pesta kembang api saat umat Hindu menggelar upacara keagamaan di Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung. Finns yang berkukuh menyalakan kembang api dinilai tidak menghormati umat Hindu. Padahal, sebelumnya warga sudah meminta penundaan pesta kembang api.