JATIMTIMES - Kasus kanker ovarium pada anak kecil memang sangat jarang terdengar. Namun, kisah Daneen Auni Riksi, seorang anak berusia 19 bulan di Malaysia yang didiagnosis menderita kanker ovarium stadium tiga, mengejutkan banyak orang. Kini, Daneen tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Wanita dan Anak-anak Sabah (HWKKS) dan dijadwalkan untuk segera memulai kemoterapi.
Fallarystia Sintom, ibu dari Daneen, tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya ketika mendengar kabar bahwa putri bungsunya menderita penyakit yang umumnya menyerang perempuan berusia di atas 40 tahun.
Baca Juga : Menelusuri Wajah Kota Batu dalam Puisi: Masa Lalu, Kini, dan Harapan Masa Depan
“Saya tidak menyangka ini karena kanker ovarium jarang terdengar pada usia semuda ini; biasanya didiagnosis pada mereka yang berusia di atas 40 tahun atau setelah menstruasi,” ungkap Sintom dilansir Sinardaily, Jumat (11/10).
Fallarystia mengungkapkan bahwa gejala yang dialami Daneen dimulai sejak Agustus, ketika anaknya menunjukkan tanda-tanda perut kembung dan sembelit. “Anak saya tidak nyaman, dan karena belum bisa bicara, dia hanya menangis saat kesakitan. Perutnya kembung, dan dia kesulitan buang air besar,” ujar Fallarystia. Daneen juga menjadi kurang aktif dan lebih sering ingin digendong.
Meskipun keluarga telah mencari bantuan medis di Rumah Sakit Kota Marudu, diagnosis awal sulit ditegakkan hingga Daneen dirujuk ke HWKKS pada 28 September, di mana akhirnya ditemukan tumor besar di dalam tubuhnya. "Untuk mengangkat tumor berukuran 13,50 sentimeter itu, dia harus segera dioperasi. Baru setelah operasi Rabu lalu dokter memastikan bahwa dia menderita kanker ovarium," jelas Fallarystia.
Setelah operasi pengangkatan tumor, Daneen kini dalam tahap pemulihan dan segera menjalani kemoterapi. Fallarystia menyatakan bahwa ia sangat bergantung pada Tuhan dan perawatan medis untuk kesembuhan anaknya. "Selama ada pengobatan, ada harapan, dan saya juga berdoa untuk kesembuhan anak saya," ucapnya dengan penuh harap.
Apa Itu Kanker Ovarium dan Penyebabnya?
Mengutip laman Mayoclinic, kanker ovarium adalah pertumbuhan sel abnormal yang dimulai di ovarium dan bisa menyebar serta menghancurkan jaringan tubuh yang sehat. Sistem reproduksi wanita memiliki dua ovarium yang menghasilkan sel telur, serta hormon estrogen dan progesteron.
Kanker ovarium sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, dan ketika gejala muncul, mereka sering kali disalahartikan sebagai masalah kesehatan umum seperti kembung atau gangguan pencernaan.
Beberapa gejala kanker ovarium yang umum meliputi:
- Perut kembung atau bengkak
- Cepat merasa kenyang saat makan
- Penurunan berat badan yang tidak dijelaskan
- Ketidaknyamanan di daerah panggul
- Kelelahan berlebihan
- Sakit punggung
- Perubahan kebiasaan buang air besar
- Sering ingin buang air kecil
Penyebab pasti kanker ovarium tidak sepenuhnya diketahui, namun ada beberapa faktor risiko yang diketahui meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap penyakit ini. Faktor-faktor tersebut termasuk usia lanjut, perubahan gen yang diwariskan, riwayat keluarga dengan kanker ovarium, obesitas, dan penggunaan terapi penggantian hormon setelah menopause.
Menurut dokter, kanker ovarium bermula ketika sel-sel di ovarium mengalami mutasi genetik yang menyebabkan sel-sel tersebut berkembang biak tanpa kendali. Sel-sel kanker ini kemudian membentuk tumor dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Jenis-jenis Kanker Ovarium
Kanker ovarium terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:
1. Kanker Ovarium Epitelial: Ini adalah jenis yang paling umum dan termasuk subtipe seperti karsinoma serosa dan musinosa.
2. Tumor Stroma: Jenis ini lebih jarang dan sering terdeteksi pada tahap awal.
3. Tumor Sel Germinal: Kanker ovarium ini umumnya terjadi pada usia muda, seperti yang dialami oleh Daneen.
Demikian pengertian, gejala umum dan jenis kanker ovarium. Semoga informasi ini bermanfaat!