JATIMTIMES - Puluhan Pemuda bersama ibu - ibu warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori,Gelar aksi demo dengan cara mendatangi lokasi operasi Minyak dan Gas Sumur Tapen, Selasa (24/09/2024)
Aksi yang berlangsung pukul 08.00 Wib sampai pukul 10.00 Wib. Para pendemo menuntut Pertamina EP Cepu Zona 11 Regional Indonesia Timur Sub-holding Upstream Pertamina, untuk merealisasikan janji - janji manis kepada warga Tapen selama pelaksanaan moving alat berat. Serta meminta kejelasan pengelolaan kebutuhan air bersih. Selain itu, soal pekerja sekuriti dari luar daerah yang bekerja di lokasi sumur Tapen.
Baca Juga : Pertanian hingga UMKM di Desa Tulungrejo Malang Terdampak Keringnya Sumber Umbul Sengkaring
"Warga sudah dijanji- janji oleh perusahan selama aktivitas moving alat berat dapat kompensasi. Namun, baru diberikan separuh," ujar Ketua Karang Taruna Taufiq.
Lainnya, selama bertahun-tahun, juga tidak ada jelasan siapa pengelola air bersih untuk kebutuhan operasi di lapangan sumur," sambungnya.
Para pendemo berharap dalam pengelolaan kebutuhan air bersih untuk digunakan suplay kebutuhan di area sumur Tapen, dikelola oleh Kartar.
"Selama ini Warga belum tahu siapa yang mensuplai air bersih untuk operasi sumur Tapen. Jangan sampai hanya dimainkan perseorangan," tambahnya
Di sisi lain, pendemo yang didominasi ibu-ibu rumah tangga, juga meminta vendor dan manajemen Pertamina EP Cepu merealisasikan Tubing Tron atau penampung air bersih untuk kebutuhan aktivitas rumah tangga.
"Kami harap pengajuan Tubing menampung air direalisasikan perusahaan," kata salah satu perempuan yang turut dalam aksi itu.
Sementara tim pendamping Kartar Adit mengatakan bahwa, keberadaan Pertamina maupun vendor perusahan plat merah yang telah beroperasi tahunan dalam pengelolaan migas di Dusun Tapen Desa Sidoharjo, ikut terlibat aktif memperhatikan dampak akibat aktivitas Migas di wilayah kerja Pertamina EP Cepu.
Baca Juga : Tri Rismaharini Terhimpit Dua Kader NU di Benteng Massa Nahdliyin di Pilgub Jatim
"Kami harap perusahaan juga peduli terhadap lingkungan sekitar. Kebutuhan air bersih setiap tahun, pasti. Maka progam Tubbing air bersih harusnya diwujudkan perusahan bagi warga di sekitar wilayah kerja perusahan," tutupnya.
Selesai geruduk lokasi sumur Tapen, dengan menumpang kendaraan mobil jenis L 300, bergerak ke kantor balaidesa Sidoharjo, untuk melakukan mediasi bersama pemerintah desa setempat.
Kades Sidoharjo Sri Nur Cahyaningsih mengatakan bahwa, dalam pengelolaan air bersih kebutuhan Migas di lapangan sumur Tapen, sebelumnya dari pemerintah desa dengan Kartar telah membuat kesepakatan. Pengelolaan air bersih untuk suplay kebutuhan di sumur Tapen dilakukan Pemdes, soal desa bekerjasama dengan siapa tergantung pihak desa.
"Pemdes sudah sepakat dengan Kartar. Kalau untuk pengelolaan air bersih kebutuhan di lapangan sumur Tapen dikelola pemdes, join dengan siapa pun sah. Kartar tidak boleh setelah sepakat sekarang ganti menolak," tutupnya.
Mediasi antara pendemo dengan pemdes berakhir pada pukul 13.00 wib setelah pihak Forkopimcam Senori, hadir untuk menyelesaikan problematika krisis air di desa penghasil minyak (Sidoharjo,red) tersebut.(*)