JATIMTIMES - Berat badan seringkali dijadikan patokan oleh banyak orang untuk menilai kesehatan dan kebugaran tubuh mereka. Banyak yang berharap, jika berat badan mereka berada dalam kategori "ideal," maka tubuh mereka akan tampak bagus dan otomatis sehat.
Bahkan, ada yang berpikir semakin kurus, semakin baik. Namun, pemikiran seperti itu ternyata keliru.
Baca Juga : Cara Meruwat Rumah dari Energi Negatif Ala Tim Kisah Tanah Jawa
Menurut Arbiarso Wijatmoko, seorang Fitness and Performance Coach, penting untuk tidak hanya berfokus pada berat badan sebagai penanda kesehatan. Ia menekankan bahwa ada lima komponen kebugaran yang lebih relevan dalam menilai kesehatan seseorang:
1. Cardiorespiratory Endurance (Daya Tahan Kardiorespiratori)
2. Muscle Endurance (Daya Tahan Otot)
3. Muscle Strength (Kekuatan Otot)
4. Flexibility (Kelenturan)
5. Body Composition (Komposisi Tubuh)
Arbiarso juga menambahkan bahwa dalam norma terbaru, Muscle Power (Daya Ledak Otot) telah dimasukkan sebagai komponen kebugaran yang berhubungan dengan kesehatan.
Arbiarso menjelaskan bahwa fokus utama dalam menilai kesehatan adalah komposisi tubuh (body composition), bukan berat badan (bodyweight). "Lihat, yang dijadikan patokan adalah body composition, bukan bodyweight," tandas Arbiarso, dilansir Instagram @arbiarso, Senin (9/9/2024).
Hal ini karena dua orang dengan berat badan yang sama bisa memiliki komposisi tubuh yang sangat berbeda. Sebagai contoh, seseorang yang terlihat lebih langsing belum tentu memiliki berat badan lebih rendah. "Lebih langsing itu nggak mesti artinya berat badannya lebih rendah," jelas Arbiarso.
Orang yang memiliki berat badan ideal masih bisa menyimpan lemak berlebih, terutama di area perut. "Orang dengan berat badan ideal bisa saja menyimpan lemak yang lebih tinggi, khususnya di sekitar perut." tambah Arbiarso.
Ada sebuah studi yang mengungkap bahwa orang dengan berat badan ideal namun memiliki lemak perut yang berlebih, justru memiliki risiko kematian dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang overweight atau obesitas.
"Lucunya, ada studi yang menyebutkan kalau orang dengan berat badan ideal tapi buncit, resiko kematiannya 2 kali lebih tinggi dari orang overweight dan obese," kata Arbiarso.
Lemak di sekitar perut ini seringkali disebut sebagai visceral fat, yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit metabolik lainnya.
Baca Juga : Berhasil Turunkan Berat Badan hingga 113 Kg dalam 7 Bulan, YouTuber Nikocado Avocado Beberkan Rahasianya
Selain masalah lemak perut, orang dengan berat badan ideal juga bisa mengalami masalah lain, yaitu sarcopenia. Sarcopenia adalah kondisi di mana seseorang mengalami penurunan massa otot, dan ini bisa terjadi pada orang dengan berat badan ideal jika mereka kekurangan otot. Sarcopenia memiliki korelasi langsung dengan risiko kematian yang lebih tinggi.
"Orang dengan berat badan ideal bisa sangat mungkin ototnya kurang. Kalau ototnya kurang, maka resiko sarcopenia lebih tinggi. Sarcopenia berkorelasi dengan resiko kematian yang lebih tinggi," jelas Arbiarso.
Sedihnya, sarcopenia bukan hanya terjadi pada orang tua. Berdasarkan sebuah review yang pernah dibaca oleh Arbiarso, 1 dari 10 anak muda juga dapat terkena sarcopenia. "Salah dua faktornya adalah: kurangnya aktivitas fisik dan tidak cukup gizi," kata Arbiarso.
Faktor lain yang memperparah adalah tren diet ekstrem yang diikuti banyak anak muda, seperti water fasting selama 7 hari yang dipopulerkan oleh beberapa influencer. Arbiarso menambahkan bahwa pola pikir yang menyamakan "kurus dengan sehat" juga sangat berbahaya.
"Apalagi pola pikir 'kurus pasti sehat'. Wah ini lebih sesat lagi. Sama sesatnya dengan sekte yang menyembah Badarawuhi," ujarnya.
Arbiarso menekankan bahwa meskipun berat badan tidak sepenuhnya harus diabaikan. Ada beberapa hal lain yang lebih penting untuk diperhatikan dalam menilai kesehatan:
1. Lingkar Pinggang: Menurut standar Kementerian Kesehatan RI, lingkar pinggang ideal untuk pria adalah di bawah 90 cm, dan untuk wanita di bawah 80 cm.
2. Waist-Hip Ratio (WHR): Perbandingan antara lingkar pinggang dan lingkar panggul. Rasio ideal untuk pria adalah di bawah 0,90, dan untuk wanita di bawah 0,85.
3. Persentase Lemak Tubuh (Body Fat): Arbiarso pernah membuat tabel mengenai persentase lemak tubuh ideal di salah satu postingannya yang lain.
Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai status kesehatan dan kebugaran seseorang daripada hanya mengandalkan angka di timbangan.
Pada akhirnya, Arbiarso mengingatkan bahwa kita tidak boleh hanya bergantung pada berat badan sebagai penanda kesehatan. "Karena itu saya menganjurkan siapapun, untuk berhenti berpatokan hanya sama berat badan, karena itu nggak menunjukan secara penuh status kesehatan atau kebugaran kamu," pungkas Arbiarso.