JATIMTIMES - Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) atau yang juga dikenal dengan Jalur Pantai Selatan (Pansela) Provinsi Jawa Timur (Jatim), menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Prioritas tersebut ditujukan sebagai upaya untuk mengurangi disparitas yakni perbedaan atau jarak antara wilayah bagian utara dengan bagian selatan Provinsi Jatim.
Anggota DPRD Provinsi Jatim drh. H. Puguh Wiji Pamungkas, MM., menuturkan JLS maupun Jalur Pansela merupakan bagian dari program yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Baca Juga : Dramatis, Jatim Amankan Emas Pertama Balap Sepeda MTB di PON XXI 2024
"Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jatim, Pansela yang memiliki target panjang total 628 kilometer ini diharapkan mampu menghubungkan antar wilayah di Jatim yang memiliki keberagaman dan berbagai potensi. Sehingga bisa meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat," ujar pejabat legislatif yang karib disapa Dokter Puguh ini, dalam keterangannya kepada JatimTIMES, Kamis (5/9/2024).
Dokter Puguh menambahkan, penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Jatim saat ini masih di dominasi oleh wilayah utara. Yakni dengan besaran kurang lebih mencapai 40 persen.
"Sedangkan di Jatim wilayah selatan hanya menyumbang sekitar 16 persen PDRB. Padahal di wilayah selatan potensi alam dan keragamannya tidak kalah menjanjikan dengan yang terdapat di wilayah utara Jatim," ujar politisi yang kini juga aktif sebagai Presiden Nusantara Gilang Gemilang ini.
Dokter Puguh menyebut, Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah yang menjadi bagian dalam proyek Pansela. Hal ini tentunya diharapkan bisa menjadi sebuah peluang dalam mengoptimalkan potensi di Kabupaten Malang.
"Potensi laut dan keberagaman sumber daya yang ada di wilayah selatan Kabupaten Malang menjadi pelengkap yang sempurna atas keunggulan dan potensi yang dimiliki di kawasan JLS ini," imbuh Dokter Puguh.
Secara letak geografis, disampaikan Dokter Puguh, Kabupaten Malang turut menjadi wilayah penyokong bagi dua pusat keunggulan di Kota Wisata Batu dan Kota Malang. Beberapa wilayah tersebut juga menjadi sentral pendidikan di Indonesia. Yakni dengan hampir sekitar 80 perguruan tinggi dan lebih dari 300 ribu mahasiswa.
"Dalam sudut pandang kelengkapan resources dan opportunity yang dimiliki oleh Kabupaten Malang, sudah selazimnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memprioritaskan pembangunan disektor pariwisata lintas selatan dan segala potensi ekonomi yang ada di sekitarnya," ujarnya.
Menurut Dokter Puguh, langkah tersebut sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Malang. Khususnya pada wilayah Malang Selatan.
"Berbicara membangun dan mengoptimalkan potensi wisata dan ekonomi wilayah selatan Malang, tentu tidak bisa terlepas dari upaya pemerintah untuk menghadirkan infrastruktur yang memadai," imbuhnya.
Beberapa upaya peningkatan infrastruktur tersebut, dijabarkan Dokter Puguh, di antaranya meliputi jalan protokol yang layak, fasilitas umum yang lengkap hingga berbagai fitur kelengkapan lainnya. Sehingga secara otomatis bisa menjadi magnet bagi wisatawan yang selama ini hanya berkunjung ke Kota Batu, atau hanya berkutat di sektor pendidikan di Kota Malang, untuk sekaligus mencicipi keelokan wisata di wilayah Pantai Malang Selatan.
Baca Juga : Lepas Kafilah MTQ XXX Samarinda, Pj. Gubernur Jatim Optimistis Bisa Pertahankan Juara Umum
"Ketika infrasturktur ini bisa diwujudkan dengan baik, potensi ekonomi seperti tempat pelelangan ikan yang ada di Sendangbiru juga akan ikut terdongkrak potensi marketnya," tuturnya.
Tidak hanya itu saja, disampaikan Dokter Puguh, kemudahan untuk terhubung atau menjangkau ke pusat-pusat market di tengah kota lainnya, juga akan semakin menggairahkan geliat potensi tangkapan ikan yang ada di wilayah selatan Kabupaten Malang.
"Mimpi lintas selatan Malang menjadi pusat keunggulan di Malang yang sudah seharusnya menjadi konsentrasi yang serius bagi Pemkab Malang dalam mewujudkannya," ujarnya.
Dokter Puguh beranggapan, upaya untuk mewujudkan mimpi tersebut harus terus di optimalkan. Terutama oleh Pemkab Malang dengan melakukan beragam upaya sinergi dan kolaborasi dengan sejumlah pihak.
"Dengan demikian, keelokan dan keindahan potensi lintas selatan Malang ke depan bukan hanya akan menjadi magnet bagi potensi wisata yang sangat besar di Malang Raya. Namun juga akan menjadi pendobrak PDRB Jawa Timur," imbuhnya.
Jika gagasan yang dia sampaikan tersebut dapat terealisasi, disampaikan Dokter Puguh, maka mimpi besar Pemprov Jatim akan terwujud. Yakni disparitas antara wilayah selatan dan wilayah utara Jawa Timur bisa berimbang.
Selain itu, jika disparitas tersebut bisa teratasi, maka kesejahteraan dan kemakmuran juga turut bisa dinikmati oleh masyarakat termasuk di wilayah Malang Selatan. "Karena anak-anak muda di desa pada wilayah selatan Malang akan lebih memilih untuk berkarir di desanya dan wilayahnya dibandingkan harus hijrah ke kota," pungkas Dokter Puguh.