JATIMTIMES - Setelah tahapan penyusunan daftar pemilih sementara (DPS), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mulai menyusun daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPS-HP).
Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Situbondo Andy Wahyu Pratama kepada mengaku telah menggelar rapat koordinasi bersama dengan PPS dan PPK untuk penyusunan DPS-HP.
Baca Juga : Gus Azmi Meriahkan Pesona Situbondo, Dihadiri Ribuan Pecinta Salawat
"Hari ini kami menggelar rakor bareng PPS dan PPK untuk mempersiapkan penyusunan DPS-HP," ujarnya usai Rakor Persiapan Penyusunan DPSHP dan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Kamis (5/9/2024).
Penyusunan DPSHP diawali di tingkat desa dan kelurahan yang menjadi tanggung jawab panitia pemungutan suara (PPS) dan akan dilanjutkan di tingkat kecamatan oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK).
"Kami akan memulai penyusunan DPSHP di tingkat desa/kelurahan pada 7 September. Dilanjutkan di tingkat kecamatan pada 10 September 2024," ungkapnya.
Sedangkan di tingkat kabupaten, penyusunan DPSHP belum ada kepastian. Namun akan dilakukan antara 14 hingga 21 September 2024, sekaligus penetapan daftar pemilih tetap (DPT).
"DPT akan ditetapkan pada 21 September 2024. Setelah DPT ditetapkan, maka data pemilih tidak bisa diubah," katanya.
Menurut Andy Wahyu, data pemilih sementara (DPS) sebanyak 509.074 pemilih ini kemungkinan berubah setelah penyusunan DPSHP selesai. Bisa bertambah, atau bahkan berkurang, disesuaikan dengan usulan masyarakat.
Baca Juga : Pimpinan DPRD Surabaya Minta Anggota Perkuat Komunikasi dengan Masyarakat
"Proses DPS kemarin kan kita membuka sanggahan dari masyarakat. Nama pemilih yang belum tercatat bisa diusulkan atau nama pemilih yang sudah meninggal dunia disampaikan ke PPS dan PPK," ungkapnya.
Diinformasikan sebelumnya, KPU Kabupaten Situbondo mencatat ada 509.074 pemilih yang terdata dalam daftar pemilih sementara (DPS). Jumlah ini akan terus bergerak sampai DPT ditetapkan.
"DPT akan ditetapkan pada tanggal 21 September, bersamaan dengan selesainya penyusunan DPSHP," imbuh Andy Wahyu.