JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi telah melakukan penandatanganan prasasti peresmian Bendung Torongjingkat dan jaringan irigasi di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menyampaikan, bahwa pembangunan Bendung Torongjingkat dan jaringan irigasi di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang yang telah berlangsung sejak tahun 2021 lalu ini merupakan wujud kebersamaan antara Pemkab Malang dengan pihak pengusaha atau pengembang.
Baca Juga : Proyek Jalan Gondanglegi-Balekambang Dibangun Sepanjang 31 Kilometer Lebar 11 Meter Mulai Digarap
"Ini bentuk kebersamaan dan menjalankan peraturan pemerintah bahwa keseimbangan antara pembangunan perkotaan dan pedesaan seiring bersama," ungkap Sanusi kepada JatimTIMES.com, Rabu (4/9/2024).
Pria asli Gondanglegi, Kabupaten Malang itu mengatakan, bahwa pembangunan Bendung Torongjingkat dan jaringan irigasi ini merupakan suatu konsekuensi aturan yang harus dilakukan oleh pengusaha atau pengembang perumahan. "Yang di perkotaan itu dialihfungsikan dan pengembang diwajibkan mengganti membuatkan lahan sawah baru sebanyak dua kali lipat dengan lahan yang dialihfungsikan," kata Sanusi.
Dengan konsep tersebut, maka Pemkab Malang akan mendapatkan keuntungan. Yakni pertama dari sisi pendapatan untuk para petani, kedua terkait dengan meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak untuk Kabupaten Malang. "Tentunya akan meningkat tiga kali lipat pendapatannya. Asalnya pendapatan yang hanya bisa sekali tanam, itu bisa tiga kali tanam. Karena disamping tanah yang tidak produktif bisa meningkat, dan tanah hang dialihfungsikan itu PAD-nya akan meningkat dengan nilai jual objek pajaknya (njop) lebih tinggi," jelas Sanusi.
Sanusi mengatakan, bahwa adanya Bendung Torongjingkat ini merupakan salah satu wujud komitmen Pemkab Malang dalam mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat Kabupaten Malang. "Ini salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini bergantung pada keberlanjutan sumber daya air untuk pertanian mereka," kata Sanusi.
Nantinya, dengan adanya Bendung Torongjingkat dan jaringan irigasi ini, diharapkan dapat memberikan dampak pada peningkatan produktivitas pertanian, memperbaiki kualitas panen dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Sanusi tidak lupa juga mengimbau kepada masyarakat luas Kabupaten Malang, khususnya yang berada di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Bendung Torongjingkat dan jaringan irigasi. "Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat Desa Ngabab untuk bersama-sama menjaga dan memelihara fasilitas yang telah kita bangun ini," tutur Sanusi.
Baca Juga : Pemkab Malang Serahkan Pengelolaan Wisata Air Wendit ke Swasta, per Tahun Sumbang PAD Rp 1,3 Miliar
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Kabupaten Malang Farid Habibah mengucapkan terima kasih kepada Bupati Malang HM. Sanusi yang telah menyediakan waktu untuk meresmikan Bendung Torongjingkat dan jaringan iringasi di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
"Bendungan Torongjingkat ini dibangun sejak tahun 2021. Tapi karena adanya kendala dan sebagainya, baru selesai di tahun 2024 yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bapak Bupati," kata Habibah.
Pihaknya menyebutkan, percepatan pembangunan Bendung Torongjingkat dan jaringan irigasi ini bertujuan untuk mengairi sawah-sawah milik petani di wilayah Desa Ngabab dan sekitarnya. "Ini bisa mengairi 8,5 hektare sawah di Desa Ngabab yang luasannya bisa mencapai 37 hektare," kata Habibah.
Lebih lanjut, pihaknya berharap, dengan adanya Bendung Torongjingkat dan jaringan irigasi yang telah diresmikan oleh Bupati Malang HM. Sanusi dapat memberikan manfaat yang banyak untuk masyarakat Desa Ngabab pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Malang pada umumnya.