JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menjalin kerja sama dengan 5 kementerian dan 13 mitra kerja dalam rangka memperkuat potensi di bidang hortikultura yang ada di Kabupaten Malang.
Jalinan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama yang dilakukan Bupati Malang HM. Sanusi bersama perwakilan 5 kementerian dan 13 mitra kerja di Kantor Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu mengatakan, bahwa tanda tangan kerja sama dengan 18 kementerian dan mitra kerja ini sebagai bentuk kolaborasi lintas instansi untuk bersama-sama memperkuat hortikultura di Kabupaten Malang.
"Ada lima kementerian yang terlibat, mulai dari Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UKM, juga ada Kementerian Perdagangan. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Malang," ungkap Sanusi dalam sambutannya, Rabu (4/9/2024).
Pria asli Gondanglegi, Kabupaten Malang ini menuturkan, bahwa jalinan kerja sama dengan 5 kementerian dan 13 mitra kerja ini akan bergerak pada proses tahapan awal penanaman bibit, pasca panen, hingga pemasaran produk hasil panen.
"Termasuk juga nanti off-takernya sudah tersedia yang siap menyerap hasil pertanian dengan harga yang baik. Jadi kami yakin petani akan lebih termotivasi untuk bercocok tanam," tutur Sanusi.
Pejabat publik yang memiliki latar belakang sebagai petani dan pengusaha tebu ini menyampaikan, bahwa program closed loop agribisnis hortikultura bersama lintas kementerian, instansi pemerintah serta perusahaan di Kecamatan Karangploso ini ke depan akan dapat menjadi percontohan di seluruh wilayah Kabupaten Malang maupun nasional terkait dengan pengembangan hortikultura.
"Harapannya semua masyarakat semakin giat untuk memberdayakan potensi pertanian agar nanti perekonomian di Kabupaten Malang benar-benar bisa ditopang dari segi pertanian," ujar Sanusi.
Sementara itu, secara terpisah Asisten Deputi Agribisnis, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Yuli Sri Wilanti mengatakan, bahwa program closed loop ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada petani dari hulu hingga hilir. Di mana hal itu diimplementasikan dengan bangunan ekosistem yang terintegrasi mulai dari sarana produksi, pembiayaan hingga pemasaran.
"Petani akan didampingi dalam setiap tahapannya, termasuk dikenalkan dengan teknologi smart farming," kata Yuli.
Pihaknya berharap, melalui jalinan kerja sama antara Pemkab Malang dengan 5 kementerian dan 13 mitra kerja ini para petani akan mendapatkan kepastian akses sarana, modal, hingga pemasaran.
Menurut Yuli, melalui realisasi program closed loop ini petani tidak perlu khawatir mengenai proses penanaman hingga pemasaran produk hasil pertanian. Karena semuanya akan terintegrasi dalam jalinan kerja sama ini.
"Dengan adanya kemitraan ini, pola tanam akan lebih teratur sesuai dengan permintaan pasar, sehingga tidak ada lagi over supply yang menyebabkan harga anjlok," pungkas Yuli.