free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Pakar Tepis Alasan Minum Air Galon Polikarbonat Bisa Sebabkan Gangguan Janin

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Yunan Helmy

04 - Sep - 2024, 09:54

Loading Placeholder
Ilustrasi air galon (Istimewa)

JATIMTIMES - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra memastikan bahwa meminum air dari galon guna ulang atau polikarbonat aman. Dia menekankan, galon-galon tersebut sudah memiliki standar SNI dan telah melewati serangkaian penelitian dan uji kecocokan pangan.

"Kalau semua produk, terutama kemasan itu sudah terstandar SNI, ya tandanya dia juga level toleransinya terhadap cemaran itu tidak membahayakan dan itu tidak sampai menimbulkan gangguan kehamilan dan janin," kata Hermawan Saputra.

Baca Juga : Jenis Sarapan yang Sebaiknya Tidak Diberikan ke Anak Menurut Dokter, Bisa Bikin Kurang Fokus

Hal ini disampaikan menyusul kampanye hitam terkait penggunaan galon guna ulang yang disebut-sebut tercemar senyawa BPA. Hermawan menegaskan bahwa meminum air dari galon tersebut tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan, apalagi janin dan pertumbuhan anak.

Ahli epidemiologi ini menjelaskan bahwa badan akreditasi mutu telah melakukan serangkaian penelitian dan uji klinis sebelum memberikan label SNI pada galon atau kemasan pangan apa pun. Dia melanjutkan, dari hasil penelitian-penelitian itu  diambil kesimpulan bahwa paparan BPA dalam galon polikarbonat masih dalam batas aman dan tidak membahayakan konsumen.

"Artinya dengan terstandar atau ter-SNI,maka dia (galon) sudah melewati tahap evidence base komparatif atau studi perbandingan terhadap hasil penelitian dengan hasil produksi yang sudah ada," katanya.

Hermawan lantas menyinggung penelitian-penelitian yang dipakai dan menjadi dasar atas polemik BPA dalam galon guna ulang saat ini. Dia menjelaskan kalau penelitian dampak BPA terhadap kesehatan dan riset serta uji klinis standarisasi kemasan pangan yang digunakan untuk industri merupakan peruntukan yang berbeda.

Sehingga, sambung dia, tidak relevan apabila penelitian terkait BPA dan penelitian kandungan BPA dalam galon disandingkan atau dijadikan dasar. 

Pakar kesehatan masyarakat Uhamka ini melanjutkan, BPA dalam galon atau peruntukan industri sudah diuji dan dinyatakan aman oleh badan standardisasi nasional.

"Jadi misalnya ada BPA pada galon yang digunakan air kemasan sekarang terus diuji, rasanya itu tidak relevan lagi karena itu sudah lolos," katanya.

Dokter spesialis kandungan Alamsyah Aziz juga menjelaskan bahwa paparan BPA dalam galon polikarbonat masih dalam batas aman. Artinya, air dalam galon polikarbonat atau guna ulang masih aman digunakan dan tidak berpengaruh bagi janin serta tumbuh kembang anak.

Baca Juga : Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Gudang di Tulungagung

"Kalau dari hasil penelitian dan rekomendasi tidak demikian (tidak ada pengaruh) karena kandungan BPA sangat kecil sehingga galon air minum tetap dapat digunakan," kata Alamsyah.

Alamsyah menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada satu penelitian pun yang membuktikan kalau BPA pada galon berdampak pada ibu hamil. Menurut dia, ibu hamil justru harus lebih memperhatikan asupan gizi guna menunjang kesehatan kandungan.

Sebelumnya, pakar teknologi plastik Wiyu Wahono menjelaskan bahwa hasil penelitian dampak BPA terhadap manusia tidak bisa menjadi acuan. Hal tersebut lantaran hasil penelitian dampak BPA dilakukan terhadap hewan percobaan.

Dosen teknologi plastik di salah satu kampus di Jerman itu memaparkan, hasil eksperimen tersebut tidak relevan apabila ingin diterapkan ke manusia. Dia mengungkapkan bahwa banyak negara di Eropa juga tidak mengatur terkait regulasi BPA kecuali pada botol bayi.

"Kalaupun binatang-binatang tersebut mendapatkan masalah kesehatan, maka tidak bisa diambil kesimpulan bahwa BPA juga akan menyebabkan masalah kesehatan di manusia," katanya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Yunan Helmy

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---