JATIMTIMES - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Gresik dr. Asluchul Alif mengunjungi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Asemmanis, Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu.
Kedatangan Alif, sapaan akrabnya, juga mensosialisasikan program kerjanya sebagai Bacabup Gresik. Salah satunya dalam mendukung pelaku UMKM. Ketua DPC Gerindra Gresik itu mengaku sangat mengapresiasi kreativitas pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Seperti yang dilakukan Supriyanto, Owner Kesultanan Snack Indonesia.
Baca Juga : Cara Cek Perolehan Medali Kontingen Indonesia dalam Olimpiade Paris 2024
"Pelaku usaha seperti pak Supriyanto layak kita dukung, karena dapat membuka lapangan pekerjaan untuk warga di sekitarnya," kata dr. Alif.
Bacabup asal Desa Sembayat itu mengaku sudah mempunyai program khusus untuk mendukung pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Yakni, pinjaman modal bunga 0 persen melalui Bank Gresik dan koperasi.
"Pemilihan koperasi dikarenakan prosesnya tidak memerlukan BI checking, sehingga lebih mudah diakses oleh UMKM," imbuhnya.
Setelah diberikan bantuan modal, sambung dr. Alif, kedepan pihaknya akan membuka kesempatan UMKM menjual produknya. "Kami nanti sediakan pasar UMKM," tegasnya.
Sementara itu, Supriyanto mengaku senang mendapat perhatian. Pihaknya berharap, jika nantinya dr. Alif terpilih sebagai Bupati Gresik, pelaku UMKM lebih diperhatikan lagi.
"Alhamdulillah sudah 3 tahun berjalan, sekarang ada 20 warga yang berkerja di tempat kami," ungkap Supriyanto.
Supriyanto bercerita, awal memulai usaha banyak mengalami kendala. Utamanya sulitnya mendapat pinjaman modal. Kalaupun ada bunganya sangat tinggi. Hal itu juga dirasakan oleh teman-temannya.
Baca Juga : Bupati Malang Berharap Kemenparekraf Dukung Investasi Pengolahan Limbah Kelapa Sawit
"Selain modal, juga masalah perizinan. Kalau mau masuk ke minimarket salah satu syaratnya harus punya izin BPOM. Sedangkan UMKM paling hanya punya izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan label halal," keluhnya.
Selain itu, pelaku UMKM juga dituntut harus bisa berinovasi. Sebab, tidak semua pasar dapat menerima produk seperti snack dan jajanan lainnya.
"Kemasannya harus menarik biar laku di pasar. Alhamdulillah awalnya masih produksi sedikit, kini dalam sehari bisa menghasilkan 5.000 hingga 10.000 pics," imbuhnya.
Supriyanto juga menyebut, selain dijual secara konvensional, usaha snacknya juga dijual lewat media sosial dan market place. "Alhamdulillah produk kami ada mie lidi, basreng dan makaroni sudah diterima masyarakat," pungkasnya.