JATIMTIMES - Puguh Wiji Pamungkas menyebut pos pelayanan terpadu (posyandu) memiliki peran penting dalam pengentasan stunting di Kabupaten Malang. Selain posyandu, para kader kesehatan juga harus dilibatkan dalam penanganan stunting tersebut.
"Posyandu merupakan salah satu fondasi pembangunan kesehatan yang sangat penting untuk mewujudkan generasi berkualitas bebas stunting di Kabupaten Malang," ungkap Puguh yang namanya kini disebut masuk dalam bursa calon bupati Malang periode 2024-2029 ini, saat dikonfirmasi JatimTIMES, Minggu (21/7/2024) malam.
Baca Juga : Kontribusi Tekan Angka Stunting, FKIK UIN Malang Gelar Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan
Menurut Puguh, posyandu merupakan salah satu program kesehatan masyarakat yang telah berjalan sejak lama di Indonesia. Program kesehatan yang diterapkan di posyandu tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak maupun masyarakat umum di tingkat desa atau kelurahan.
Atas pertimbangan itulah, Puguh menyebut posyandu turut memiliki peran penting dalam pengentasan maupun penanganan stunting. "Melalui posyandu, kita dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini, memberikan imunisasi yang tepat, serta memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil dan menyusui," ujar pemilik Rumah Sakit Umum (RSU) Wajak Husada ini.
Puguh yang kini menjabat sebagai presiden Nusantara Gilang Gemilang (NGG) ini menambahkan, posyandu memiliki peran strategis dalam menangani berbagai masalah kesehatan. Termasuk masalah stunting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.
"Dengan memantau pertumbuhan anak secara berkala, posyandu dapat menjadi sarana mitigasi yang tepat untuk mengurangi angka stunting di Kabupaten Malang," imbuh Puguh.
Sekadar informasi, merujuk pada data yang dihimpun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, data prevalensi stunting Kabupaten Malang selama kurun waktu tiga tahun terakhir selalu mengalami penurunan. Pada data terbaru berdasarkan hasil bulan timbang pada Februari 2024, stunting di Kabupaten Malang mengalami penurunan di angka 6,2 persen dari tahun sebelumnya yakni 6,4 persen.
Menanggapi data tersebut, Puguh menyebut, meski datanya mengalami penurunan, masih ada kasus stunting yang meski segera ditangani oleh pemerintah.
"Sebenarnya masih cukup tinggi prevalensinya. Maka dengan memberikan intervensi yang tepat dan akurat, kasus stunting di Kabupaten Malang bisa diatasi," imbuhnya.
Baca Juga : Cegah Stunting, YDSF Malang Beri Tablet Tambah Darah untuk Siswa SMPN 7 Malang
Bagaimana caranya? Menurut Puguh, selain mengoptimalkan peran posyandu, para kader kesehatan desa yang menjadi motor bagi terselenggaranya layanan posyandu juga harus dilibatkan untuk dapat berperan signifikan. "Langkah preventif yang dilakukan oleh kader kesehatan melalui berbagai program yang dilakukan di posyandu juga menjadi sarana efektif untuk menekan angka stunting. Apalagi Kabupaten Malang ini memiliki jumlah penduduk yang banyak," imbuhnya.
Selain pemerintah, lanjut Puguh, peran masyarakat juga diperlukan untuk terus mendukung program posyandu. Sementara itu, peran pemerintah tersebut di antaranya yaitu dengan memberikan akses yang mudah serta menyeluruh, maupun memberikan porsi anggaran yang pantas dan memadai.
Di sisi lain, juga perlu dilakukan berbagai langkah konkret dalam upaya meningkatkan partisipasi aktif pada kegiatan posyandu. "Dengan demikian, angka prevalensi stunting yang masih cukup tinggi di Kabupaten Malang bisa berangsur-angsur ditekan," ujar Puguh.
Apabila kesadaran akan pentingnya peran posyandu dan kader kesehatan dapat dioptimalkan, Puguh yakin, Generasi Emas Indonesia 2045 dapat diwujudkan.
"Beragam upaya dalam meningkatkan kualitas dan aksesibilitas posyandu diharapkan dapat terus ditingkatkan oleh semua pihak terkait. Sehingga dapat mencapai Generasi Emas Indonesia 2045," pungkas Puguh.