JATIMTIMES - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang melaksanakan kegiatan penyuluhan stunting dan pemeriksaan kesehatan pada siswa di SMP 7 Malang, belum lama ini. Hal ini menjadi wujud nyata FKIK UIN Malang dalam memberikan kontribusi positif pada bidang kesehatan kepada masyarakat.
Dokter Alvi Milliana MBiomed, wakil dekan III FKIK UIN Malang, mengatakan, bahwa
kegiatan ini merupakan kolaborasi antara organisasi mahasiswa (ormawa) FKIK UIN Malang, dosen FKIK, para relawan dengan Lembaga YDSM Malang. Selaras dengan tema "Get To Know About Stunting", fokus kegiatan adalah melakukan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan dalam upaya pencegahan stunting.

"Kami bersyukur karena FKIK diberi kesempatan untuk membantu menyukseskan program pemerintah dalam memerangi stunting. Kami berterima kasih kepada lembaga YDSF, para dokter, para apoteker, bapak dan ibu dosen yang telah men-support," katanya.
Baca Juga : Unikama-UNiSZA Bersinergi dalam Workshop Matematika, Usung Dua Topik Strategis
Lebih lanjut, upaya memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat tidak hanya sampai disini. Sebaliknya, FKIK terus-menerus melakukan berbagai inovasi dan terus berkembang dalam memberikan manfaat kepada masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas.
"Saya harap kebermanfaatan untuk masyarakat ini senantiasa dijaga dan dikembangkan. Kami juga berusaha agar FKIK beraksi selanjutnya memiliki manfaat yang luas untuk masyarakat," katanya.
Dokter Zainabur Rahmah MSi, ketua Unit Pengabdian Masyarakat FKIK UIN Malang, menambahkan bahwa dengan pengenalan tentang stunting, diharapkan semakin menambah wawasan para siswa yang kelak akan menjadi orangtua.
"Dengan diadakan pengenalan mengenai stunting ini, diharapkan ketika nantinya mereka berkeluarga, mereka sudah siap menjadi orang tua sehingga generasi selanjuutnya dapat terhindar dari stunting," imbuhnya.

Dalam kegiatan penyuluhan kesehatan, hadir dokter dari FKIK UIN Malang yang menyampaikan wawasan tentang kesehatan kepada para siswa. Tiga narasumber yang hadir yakni dr Nurlaili Susanti MBiomed, dr Prida Ayudianti Sp KK, dan dr Lina Fitria Astari SpA.
Baca Juga : Cegah Stunting, YDSF Malang Beri Tablet Tambah Darah untuk Siswa SMPN 7 Malang
Salah satu narasumber, dr Nurlaili, menyampaikan bahwa pencegahan stunting haruslah dilakukan sejak dini. Remaja dalam hal ini juga berperan penting dalam upaya pencegahan. Sebab, mereka nantinya akan menjadi calon orang tua.
Ketika telah memiliki anak, maka mereka memiliki peranan untuk bisa memaksimalkan pertumbuhan dengan memperhatikan gizi yang baik, pola hidup bersih dan sehat.
"Maka, harapannya dengan diberikan penyuluhan, dapat menjadi pengetahuan bagi para remaja agar dapat mencegah stunting ketika suatu saat menjadi orang tua," jelasnya.