free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Dokter Ini Bagikan Rahasia Atasi Stres hingga Depresi 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

21 - Jul - 2024, 19:26

Loading Placeholder
Ilustrasi seseorang stres hingga depresi. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Berbuat baik ternyata bukan hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga bagi diri sendiri. Seperti diungkapkan oleh dr Bandoro MD, seorang dokter umum di GWS Medika yang juga fokus pada kesehatan mental, bahwa vitamin "K",yakni kebaikan atau kindness, ternyata bisa meredakan depresi atau stres. 

Dalam unggahannya di Instagram @bandoromd, Bandoro mengutip riset yang dipublikasikan dalam The Journal of Positive Psychology pada tahun 2023 oleh David R. Cregg dan Jennifer S. Cheavens dari Departemen Psikologi di The Ohio State University, Columbus. Dalam jurnal tersebut, para peneliti mengumpulkan 122 orang yang mengalami gejala depresi dan kecemasan. Kemudian membagi mereka menjadi tiga kelompok besar:

Baca Juga : Pesta Miras di Angkringan Kopi Jombang, 18 Pemuda Diciduk Polisi

1. Kelompok pertama: Diminta melakukan aktivitas sosial, seperti berkumpul dan makan bersama.

2. Kelompok kedua: Diajari cara menulis dan merevisi pikiran negatif.

3. Kelompok ketiga: Disuruh melakukan tiga aksi kebaikan setiap hari, seperti menanyakan kabar, memasak untuk teman, atau memberikan tumpangan.

Ketiga kelompok ini diminta melakukan aktivitas tersebut minimal dua hari dalam seminggu, selama lima minggu. Hasilnya kata Bandoro, kelompok ketiga menunjukkan penurunan gejala yang lebih besar dari kelompok satu dan dua. 

"Gejala depresi pada semua kelompok mengalami perbaikan. Namun, yang paling menonjol adalah kelompok dengan vitamin 'K' atau kelompok kebaikan, yang menunjukkan penurunan gejala depresi lebih besar dibandingkan kelompok yang hanya merevisi pikiran negatif," jelas Bandoro, dikutip dari akun Instagram pribadinya @bandoromd, Minggu (21/7/2024). 

Baca Juga : Benarkah Minum Cuka Apel Kurangi Lonjakan Gula Darah? 

Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kelompok kebaikan merasakan koneksi sosial yang lebih kuat dibandingkan dengan kelompok yang melakukan aktivitas sosial biasa.

Dari temuan ini, Bandoro menyimpulkan bahwa emosi negatif sering muncul karena seseorang terlalu fokus pada diri sendiri.  "Melakukan kebaikan membantu kita mengalihkan fokus dari dalam diri ke objek di luar kita. Selain itu, membantu orang lain bisa membuat kita merasa lebih berguna, yang merupakan kebalikan dari perasaan tidak berguna yang sering dialami oleh penderita depresi," ujarnya.

Penelitian ini juga mengungkap bahwa aktivitas kebaikan dapat meningkatkan produksi hormon endorfin dan serotonin di otak yang berperan penting dalam mengurangi gejala depresi. Jadi, jangan lupa tingkatkan asupan vitamin "K" atau kebaikan dalam hidup Anda. Semoga membantu!


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---