JATIMTIMES - Masih banyak rumah warga di Kota Batu tergolong tidak layak huni. Hal ini diindikasikan banyaknya usulan untuk bantuan bedah rumah yang diprogramkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setiap tahunnya.
Kuota program bantuan bedah rumah tersebut tahun ini juga meningkat dari tahun 2023 lalu.
Baca Juga : Truk Muatan Bahan Bangunan Terguling di Mondoroko, Arus Lalin Malang-Lawang Macet Dua Arah
Ketua Baznas Kota Batu Abu Sufyan membenarkan. Pada tahun 2023 lalu, Baznas hanya menerima sekitar 3 dari 4 usulan rumah tak layak huni untuk mendapatkan bantuan bedah rumah Baznas. Jumlah itu tergolong sedikit dibandingkan usulan tahun ini.
"Masih banyak yang membutuhkan bantuan bedah rumah sesuai usulan dari kepala desa. Tahun ini kuota Kota Batu ada 10 rumah yang dibedah mulai Agustus nanti," jelas Abu Sufyan saat ditemui JatimTIMES, Jumat (19/7/2024).
Baznas Kota Batu bekerja sama dengan Baznas Provinsi Jawa Timur untuk pendanaan bedah rumah bantuan tersebut. Porsinya sekitar Rp 20 juta dari Baznas Provinsi, dan Rp 5 juta dari Baznas Kota Batu.
"Jumlahnya juga naik, tahun lalu Rp 15 juta dari provinsi dan Rp 5 juta dari Kota Batu," tambahnya.
Menurut dia, sebenarnya lebih banyak dari warga yang telah mengajukan ke kepala desa namun harus mengalami kurasi. Baik karena tidak sesuai kriteria, maupun tidak melengkapi persyaratan yang dibutuhkan meski telah dikatakan layak dibedah.
Fokus utama pada bedah rumah yakni masyarakat miskin, terlebih dengan hunian tak layak yang memerlukan pembenahan para sisi-sisi krusial. "Artinya menyesuaikan dan melihat kondisi bersama aparatur desa terkait yang memahami warganya," katanya.
Baca Juga : Perselisihan di Gandusari Blitar Berujung Tragis: Ayah dan Anak Jadi Korban Penganiayaan
Abu Sufyan menguraikan, 10 rumah tak layak yang akan dibedah tahun ini telah dipetakan. Puluhan rumah itu tersebar di beberapa desa dan kelurahan, di antaranya Sisir, Sidomulyo, Torongrejo, Dadaprejo, Punten, Junrejo, Pendem, Oro-oro Ombo, Temas, dan Sumberbrantas.
Dikatakan, beberapa hasil survei usulan bedah rumah yang diterima tak semua bisa terfasilitasi pada tahun ini. Beberapa di antaranya harus tertunda hingga tahun berikutnya karena tidak melengkapi persyaratan administrasi yang diberikan.
"Banyak yang disusulkan dari 24 desa mengusulkan, persyaratannya banyak yang tidak lengkap. Nanti dilengkapi mungkin tahun selanjutnya bisa dibantu," tambah dia.