JATIMTIMES - Publik tengah dihebohkan dengan foto lima anggota Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) yang berpose bersama Presiden Israel, Isaac Herzog. Salah satu yang mengunggah momen pertemuan tersebut adalah Zainul Maarif, yang dikenal dengan nama Zen Maaruf.
Saat berita ini ditulis, PBNU menjadi trending di X (Twitter) dengan 3,8 ribu unggahan. Banyak yang memberikan komentar negatif terkait pertemuan lima Nahdliyin dengan Presiden Israel.
Baca Juga : Bulan Suro di Sidorejo Blitar: Menjaga Tradisi Sedekah Bumi dan Kirab Tumpeng
Merespons ramainya komentar negatif tersebut, Ketua PBNU Savic Ali menyayangkan pertemuan antara lima Nahdliyin dengan Presiden Israel, Isaac Herzog. Savic mengungkapkan, kunjungan tersebut merupakan tindakan yang tidak memahami geopolitik, kebijakan NU sebagai organisasi, serta perasaan seluruh warga NU.
Savic menegaskan bahwa kunjungan kelima Nahdliyin itu tidak mewakili organisasi. PBNU juga belum mengetahui dukungan pihak mana yang membawa mereka ke Israel.
"Kemungkinan kunjungan mereka atas nama pribadi. Kita tidak tahu tujuannya apa dan siapa yang mensponsorinya. Ini tindakan yang disesalkan," kata Savic, dilansir NU Online, Senin (15/7/2024).
Savic menambahkan, meskipun mereka berkunjung atas nama pribadi, mereka dikenal sebagai warga dan aktivis NU, yang dapat memperburuk citra NU di mata publik. Sikap PBNU dan Nahdliyin sangat jelas, yaitu mendukung Palestina dan mengecam agresi militer Israel.
"Israel sampai saat ini tidak mengakui Palestina dan terus melakukan agresi militer yang memakan ribuan korban jiwa. Israel masih menjatuhkan bom dan peluru kepada warga Palestina. Korbannya banyak sekali, warga sipil," katanya.
Savic mengungkapkan bahwa PBNU saat ini sedang berkomunikasi intensif dengan Palestina untuk membahas situasi terkini. Bahkan, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bertemu dan berbincang secara khusus dengan Duta Besar Palestina Zuhair al-Shun di Gedung PBNU pada Kamis (11/7/2024) lalu.
Baca Juga : Pantai Mbah Drajid: Pelarian Tiga Pangeran Kerajaan Surabaya dan Jejak Peradaban yang Terlupakan di Lumajang
“Kemarin ada pertemuan antara Ketua Umum Gus Yahya dengan Dubes Palestina membicarakan perkembangan yang terjadi di Palestina, apa yang bisa dilakukan oleh NU dalam konteks mendukung kemerdekaan Palestina dan menghentikan kekerasan yang terjadi terhadap rakyat Palestina,” jelasnya.
Ketika ditanya soal sanksi dari PBNU kepada warga yang berkunjung ke Israel, Savic menjelaskan bahwa PBNU akan mengklarifikasi terlebih dahulu tujuan kunjungan mereka ke Israel.
"Tapi yang jelas, keberangkatan mereka sulit diterima karena melukai perasaan warga Nahdliyin. Tidak semestinya warga NU berkunjung ke Israel. Ini tindakan yang tidak memahami geopolitik dan perasaan warga NU," pungkas Savic.