JATIMTIMES - Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu (2/6) sebanyak 5 kali, update pukul 14.29 WIB. Kabar erupsi tersebut disampaikan melalui situs resmi magma.esdm.go.id.
Dalam laporan petugas pos pantau gunung api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur Liswanto, erupsi Semeru hari ini terjadi sejak dini hari. Di antaranya mulai pukul 00.05 WIB, 06.52 WIB, 07.25 WIB, 07.54 WIB dan 11.27 WIB.
Baca Juga : Istana Gebang, Saksi Bisu Kehidupan Remaja Bung Karno di Kota Blitar
Tinggi kolom letusan yang terjadi hari ini paling banyak tidak teramati karena tertutup oleh awan. Hanya pada pukul 00.05 dini hari, tinggi kolom abu teramati 400 meter di atas puncak (4.076 meter di atas permukaan laut).
"Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 02 Juni 2024, pukul 00:05 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 4076 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," tulis Liswanto pada pukul 00.05 WIB, Minggu (2/6).
Letusan erupsi yang terjadi beberapa kali di Semeru tersebut juga disertai dengan laporan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) yang masih dengan status oranye. Di mana status tersebut mengindikasikan adanya potensi erupsi dan meminta maskapai penerbangan untuk waspada.
Warna oranye juga diartikan sebagai letusan dengan kode yang berpotensi membahayakan penerbangan, sehingga setiap pesawat harus berhati-hati dan menghindari kawasan di sekitar gunung tersebut.
Menurut update laporan Liswanto pada Minggu (2/6) periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB gunung Semeru tertutup kabut sehingga membuat asap kawah tidak teramati. Sementara itu, cuaca di sekitar Semeru juga cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara.
Dalam periode tersebut, dijelaskan Liswanto bahwa Semeru mengalami 27 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 12-22 mm dan lama gempa 60-120 detik.
"Lima kali gempa embusan dengan amplitudo 4-7 mm, dan lama gempa 38-81 detik. Juga terjadi 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6 mm, S-P 13 detik dan lama gempa 30 detik," demikian keterangan Liswanto.
Baca Juga : 3-4 Juni Pagi, Bakal Ada Fenomena Enam Planet Berjajar di Langit
Karena status Gunung Semeru masih berada di level III atau siaga, petugas juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," imbau Liswanto.
Selain itu, Liswanto meminta masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak gunung api Semeru. Karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
"(masyarakat diharapkan) Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," pungkas Liswanto.