Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Genjot Penggunaan Produk Dalam Negeri, Pemprov Jatim Gelar Business Matching

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

30 - May - 2024, 19:58

Placeholder
Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) dan Business Matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Provinsi Jawa Timur, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis (30/5/2024). 

JATIMTIMES - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Business Matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Provinsi Jawa Timur, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis (30/5/2024). 

Kegiatan tersebut digelar untuk menggenjot penggunaan produk-produk dalam negeri. Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono menjelaskan, berdasarkan data dari Big Book, sejauh ini implementasi dari komitmen penggunaan P3DN di Jatim tercatat sudah 30,6 persen. Dengan capaian itu, Adhy mengapresiasi seluruh perangkat daerah terkait, dan BUMD karena sudah melaksanakan kebijakan gerakan bangga buatan Indonesia. 

Baca Juga : Pj Gubernur Jatim Dukung Ranperda KTR, Usul Denda Pelanggar Dikurangi

“Kita kan sebenarnya sudah bagus ya, bahwa pemenuhan P3DN kita sudah di atas 40 persen. Kebijakannya, standarnya minimal 40 persen, kita sudah di 53 persen untuk tahun 2023 lalu. Dan sekarang sudah mulai bergerak, kemarin dari 11 persen menjadi sekarang 22 persen, dan terbaru saat ini menjadi 30,6 persen," ungkapnya, Kamis (30/5/2024).

"Sehingga, target kita kalau tahun 2023 kemarin ditutup pada kisaran 80 persen, kali ini kita ingin mencapai 90 persen. Di situ perbandingan antara yang direncanakan dengan yang dilaksanakan,” sambung Adhy. 

Adhy mengungkapkan, Jatim menempati posisi ketiga untuk pelaksanaan P3DN antar provinsi di Indonesia. Oleh karena itu, untuk lebih meningkatkan peringkat tersebut Adhy mengarahkan supaya persoalan teknis terkait sistem pengadaan langsung atau tidak langsung terdapat input yang harus ditagging dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

"Untuk APBD, yang kita lakukan pertama secara teknis dulu, bahwa kita ada proses ketika input di sistem pengadaan, di biro pengadaan ini harus tertagging. Ini persoalan ketertiban saja, dalam mencatat, begitu di tagging bahwa yang diadakan ini adalah barangnya produk dalam negeri, maka hal tersebut masuk presentasinya, sehingga bisa melebihi dari 50 persen nanti seperti itu. Yang kedua, ya secara teknis-teknis perlindungan kepada industri, sertifikasi, dan peningkatan,” jelasnya. 

Adhy menegaskan, harus dilakukan percepatan, karena ada beberapa barang atau produk yang masih abu-abu digunakan baik itu produk luar negeri atau produk yang tidak harus diserstifikasi kandungan input-nya berapa.

“Dengan cara seperti itu maka otomatis tagging-nya barang yang dibeli ini adalah barang dalam negeri,” urainya. 

Di sisi lain, dia mengakui bahwa masih terdapat produk luar negeri yang saat ini masih dinilai sulit untuk dialihkan menggunakan produk dalam negeri. Produk tersebut, menurut Adhy, biasanya adalah alat-alat kedokteran dan laboratorium. 

Baca Juga : Pemprov Jatim Target Angka Prevalensi Stunting Turun 3,5 Persen

“Hal itu karena di Indonesia masih belum bisa diproduksi apalagi standar internasional mewajibkan memakai alat-alat produk luar negeri itu, jadi masih ditoleransi. Sambil alih teknologi untuk bisa TKDE-nya bagus, kita lakukan langkah-langkah untuk sertifikasi yang lainnya,” ujarnya.

Adhy berpesan, agar semua proses pengadaan barang harus betul-betul mengutamakan PDN. Selain itu, supaya melakukan tagging terhadap produk buatan dalam negeri. Sehingga melalui kegiatan ini Ia berharap semoga produk-produk Jawa Timur bisa mendunia.

"Kegiatan ini merupakan upaya Pemprov Jatim terkait implementasi P3DN, supaya produk-produk dari Jawa Timur bisa mendunia,” pungkasnya.

Perlu diketahui, kegiatan bertajuk ‘Wujudkan Kemandirian Industri Dalam Negeri Menuju Indonesia Emas’ kali ini, bertujuan untuk melakukan koordinasi dan penguatan komitmen belanja P3DN, serta mempertemukan instansi pengguna produk dalam negeri dengan pelaku usaha industri dalam negeri. 

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan terdiri dari, 64 perangkat daerah, 10 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan 16 pelaku industri yang telah memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).


Topik

Pemerintahan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri P3DN Provinsi Jawa Timur pemprov jatim



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Sri Kurnia Mahiruni