JATIMTIMES - Pasca-Operasi Ketupat Semeru 2024, Polresta Malang Kota bersama tim gabungan menggelar kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di wilayah Kota Malang. Patroli KRYD dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada warga maupun wisatawan.
Dalam patroli KRYD, terdapat 55 personel tim gabungam, terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP Kota Malang. Kegiatan ini dilakukan dengan berpatroli di beberapa titik rawan kecelakaan (black spot), objek vital, dan pemukiman warga.
Baca Juga : Ajak Masyarakat Cintai Drainase dan Sanitasi, DPUPRPKP Kota Malang Gelar Lomba Foto
“Kami fokus di beberapa titik tersebut,” Kaur Bin Ops (KBO) Lantas Polresta Malang Kota Iptu Dedi Catur saat ditemui di Stasiun Kota Malang, Rabu (24/4/2024).
Titik rawan kecelakaan itu sudah dipetakan. Di Kecamatan Sukun ada di Jalan Kolonel Sugiono dan Jalan S. Supriadi. Di Kecamatan Blimbing ada di Jalan Tumenggung Suryo.
Lalu patroli pemukiman warga yang sudah dipetakan di Perumahan Gadang Regency dan Perumahan Sulfat Indah.
Catur menambahkan, pasca-libur Lebaran, objek vital seperti perkantoran sudah mulai aktif kembali, sehingga KRYD juga menyasar di sekitar perkantoran Bank Indonesia, SPBU dan Stasiun Kota Malang.
Seperti halnya di Stasiun Kota Malang, kondisi masih tampak ramai. Penumpang yang menggunakan KA masih membeludak “Aktivitas para penumpang keberangkatan maupun kedatangan dari atau ke luar Kota Malang masih ramai," imbuh Catur.
Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Blitar Bentuk Tim Monev demi Tingkatkan Kepatuhan Jaminan Sosial di Sektor Kesehatan
Patroli ini dilakukan mengingat sebagian warga ada yang masih mudik. Sehingga tim gabungan KRYD memonitoring demi keamanan dan ketertiban masyarakat. Juga untuk menjaga situasi, kondisi yang kondusif, demi pencegahan kriminalitas di pemukiman warga.
Terpisah Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Yudi Risdianto menambahkan, patroli tim gabungan KRYD Polresta Malang ini untuk memberikan rasa aman bagi warga Malang maupun warga luar Kota Malang. “Kami antisipasi agar terhindar dari aksi tindak kejahatan, seperti perampokan, pencurian, dan aksi premanisme" terang Yudi.
Yudi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melapor kepada kepolisian jika mendapati melihat potensi atau mengalami tindak kejahatan.