Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Kisah Abu Hurairah Ditipu Pencuri Kecil yang Ternyata Setan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

14 - Apr - 2024, 14:01

Placeholder
Ilustrasi pencuri kecil (pixabay)

JATIMTIMES - Di antara para sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Hurairah RA dikenal sebagai ulama terkemuka. Perjumpaannya dengan setan pencuri zakat saat Ramadan menjadi pelajaran penting bagi umat.

Banyak hikmah dan amalan yang bisa kita petik dari kisah tersebut. Kisah ini juga  terdapat dalam buku 100 Kisah Islami Pilihan untuk Anak-Anak karya Salman Iskandar

Baca Juga : 10 Manfaat Jus Alpukat untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Satu ketika, Abu Hurairah pernah ditugaskan oleh Nabi SAW menjaga sebuah gudang zakat selama bulan Ramadan. 

Gudang  itu merupakan gudang  yang digunakan untuk menghimpun harta zakat fitrah berupa kurma untuk dibagikan kepada mereka yang berhak.

Kemudian saat tengah berjaga, Abu Hurairah mendapati seseorang menyelinap ke dalam gudang untuk mencuri. Saat itu Abu Hurairah langsung mengejar dan menangkapnya. 

Setelah itu, Abu Hurairah mengatakan kepada anak tersebut bahwa akan memberitahukannya kepada Rasulullah.  "Hai, pencuri! Aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah SAW!"

Anak tersebut kemudian mengaku bahwa dirinya dan keluarganya adalah orang miskin. Di situ ia meminta belas kasihan Abu Hurairah agar melepaskannya.

 “Aku ini adalah orang miskin, keluargaku banyak. Sementara, aku sangat membutuhkan makanan,” ucapnya.

Iba melihat anak tersebut menangis dan merengek untuk dilepaskan, Abu Hurairah kemudian melepaskan pencuri tersebut. 

Baru pada keesokan harinya, Abu Hurairah menceritakan kejadian tersebut kepada Rasulullah. Rasulullah kemudian bertanya kepada Abu Hurairah tentang apa yang ia perbuat terhadap anak kecil tersebut. 

"Ya Rasulullah, anak itu orang miskin, keluarganya banyak, dan sangat membutuhkan makanan. Maka, aku pun melepaskannya," jawab Abu Hurairah.

Mendengar perkataannya, Rasulullah kemudian berkata bahwa anak kecil tersebut adalah pembohong. "Anak kecil itu telah berbohong. Nanti malam, dia akan datang lagi!"

Apa yang dikatakan Rasulullah ternyata benar. Anak kecil yang sebelumnya dilepaskan oleh Abu Hurairah kembali lagi untuk mencuri makanan.

Abu Hurairah kemudian berhasil menangkap lagi anak yang mencuri makanan tersebut. Anak tersebut kembali mengatakan alasan yang sama kepada Abu Hurairah. Ia juga kembali merengek untuk dilepaskan. Abu Hurairah pun melepaskan anak kecil tersebut karena iba. 

Abu Hurairah kembali menceritakan kejadian tersebut kepada Rasulullah. Sama dengan hari sebelumnya, Rasulullah menegaskan anak tersebut merupakan pencuri dan ia telah berbohong. “Pencuri itu sesungguhnya berbohong! Nanti malam, dia pasti akan kembali lagi,” kata Rasulullah SAW.

Baca Juga : 5 Minuman Ini Disuguhkan di Surga, Apa Saja?

Lagi-lagi, saat Abu Hurairah menjaga gudang tersebut, seperti kata Rasulullah  anak tersebut kembali ke gudang untuk mencuri. Ia pun kembali berhasil ditangkap oleh Abu Hurairah. Abu Hurairah yang jengkel kemudian berkata akam mengadukan hal ini kepada Rasulullah 

"Kali ini, engkau pasti kuadukan kepada Rasulullah SAW. Sudah dua kali engkau berjanji tidak akan datang lagi. Tetapi, ternyata engkau mengingkari perkataanmu dengan kembali lagi untuk mencuri makanan ini."

Anak pencuri tersebut kemudian berteriak-teriak dan meronta ingin dilepaskan. Namun Abu Hurairah tetap memegangi anak tersebut agar tidak bisa kabur. 

Pencuri kecil ini kemudian mencoba mencari cara lain untuk kabur.  Ia kemudian berkata, "Lepaskan aku. Kalau Tuan bersedia melepaskanku, aku akan mengajari Tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."

Abu Hurairah penasaran dengan kalimat macam apa yang akan diajarkan.  "Kalimat-kalimat apakah itu?".

Pencuri kecil itu menjawab, "Jika Tuan hendak tidur, bacalah Ayat Kursi. Maka, Tuan akan selalu dipelihara oleh Allah SWT dan tidak akan ada setan yang berani mendekati Tuan sampai pagi."

Akhirnya Abu Hurairah kembali luluh dan kemudian melepaskan pencuri kecil itu.

 Esok harinya, Abu Hurairah menceritakan kejadian tersebut kepada Rasulullah. Rasulullah pun berkata bahwa apa yang dinasihatkan kepadanya merupakan hal yang benar, namun anak tersebut tetaplah pembohong.

Rasulullah kemudian bertanya kepada Abu Hurairah apakah ia mengetahui siapa sebenarnya sosok pencuri kecil itu.  "Tahukah engkau, siapa sebenarnya pencuri kecil yang bertemu denganmu setiap malam?"
Abu Hurairah menjawab, 
"Tidak tahu". Kemudian Rasulullah SAW menimpali, "Ia adalah setan."

Dari kisah tersebut, juga terdapat makna yang dapat dipetik. Dikutip dari buku Hadis Tarbawi karya Abdul Majid Khon, kisah ini mengajarkan keutamaan Ayat Kursi agar dapat terlindung dari gangguan setan.

Dari hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, "Bila engkau akan menuju ke tempat tidurmu, maka bacalah Ayat Kursi karena sesungguhnya ia (dapat menjadikanmu) senantiasa mendapatkan penjagaan dari Allah SWT dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari".


Topik

Serba Serbi Abu Hurairah kisah sahabat Nabi Rasulullah SAW setan pencuri



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy