Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Mana yang Lebih Baik, Wanita Keluar Melaksanakan Salat Id atau Berdiam di Rumah?

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

07 - Apr - 2024, 18:49

Placeholder
Ilustrasi wanita salat idul fitri. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Idul Fitri merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia yang dirayakan dengan penuh kebahagiaan.

Bahkan berbahagia di saat Idul Fitri termasuk dalam kesunnahan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Baca Juga : DPKPCK Kabupaten Malang Bentuk Petugas TFL, Pastikan Program Bedah Rumah Tepat Sasaran

Akan tetapi bagaimana bagi para wanita, bolehkah mereka ikut keluar rumah atau wajib berdiam diri di rumah saat Idul Fitri?

Dilansir dari laman Islamqa, dijelaskan jika  lebih utama dan dianjurkan bagi wanita untuk ikut keluar rumah melaksanakan Salat Id.

Hal ini berdasarkan sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Bukhori dan Imam Muslim dari Ummu A'thiyah radhyallahu'anha: 

"Bahwa Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengeluarkan mereka (para wanita) dalam shalat idul fitri dan idul adha,"

Seruan tersebut juga berlaku bagi wanita yang sudah atau belum baligh, sedang haid, perawan atau janda, dan yang tua maupun muda.

Khusus untuk yang sedang haid, dianjurkan untuk tetap keluar rumah untuk menyaksikan hari Idul Fitri tetapi berada jauh dari tempat salat.

Syekh Ibnu Utsaimin pernah menjelaskan bahwa lebih utama bagi wanita untuk keluar melaksanakan Salat Id.

Akan tetapi, para wanita tetap dilarang untuk keluar dengan wewangian. Wanita juga dilarang keluar rumah dengan menunjukkan perhiasan.

Pendapat Buya Yahya

Buya Yahya menjelaskan bagi kaum adam dan perempuan dianjurkan melaksanakan Salat Id Idul Fitri di masjid maupun lapangan luas.

"Dalam Mazhab Imam Syafi'i pelaksanaan Salat Id disunnahkan di masjid, sementara Mazhab Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan lebih baik salat di hamparan luas atau lapangan," terang Buya Yahya dilansir dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Adanya perbedaan pendapat tersebut dituturkan Buya Yahya hendaknya tidak diperdebatkan, apabila ada masjid yang besar bisa dilakukan di masjid, jika tidak ada maka bisa memanfaatkan lapangan yang luas.

"Yang terpenting terjaga, bersih, dan aman, jika banjir jangan memaksa tetap di lapangan. Jika ada masjid yang besar lalu gerimis namun tetap memaksakan di halaman karena berpegang dengan Mazhab Imam Hambali, sebaiknya tidak demikian, berlaku pula bagi yang berpegang Mazhab Imam Syafi'i jika mesjidnya kecil maka perbaiki halaman untuk menambah kapasitas," ucap Buya Yahya.

Selain itu pengerjaan Salat Idul Fitri juga terdapat perbedaan di kalangan ulama, Mazhab Imam Syafi'i berpendapat hukumnya sunnah muakkad, Mazhab Imam Hambali menyatakan Salat Id hukumnya fardhu kifayah, sedangkan Mazhab Imam Abu Hanifah menyebut hukumnya wajib.

Sementara itu, bagi siapapun termasuk wanita yang tidak bisa pergi ke masjid bisa melakukan Salat Id di rumah sendiri tanpa harus adanya khotbah.

Baca Juga : Asal Usul dan Sejarah Ketupat, Makanan Khas yang Identik dengan Lebaran

"Anda seperti sholat Qobliyah Subuh atau salat dua rakaat saja dengan niat Salat Id sudah sah. Adapun soal takbir 9+7 itu adalah sunnah," kata Buya Yahya.

Hal ini berlaku bagi para wanita yang mempunyai kesibukan di rumah yang sulit ditinggalkan, misalnya harus mengurus anak maka boleh dilakukan di rumah tanpa khotbah tetap sah dilakukan.

"Kalau wanita pergi salat ke masjid atau lapangan dengan dandanan yang wajar boleh, jika berlebihan bersolek sebaiknya di rumah," kata Buya Yahya.

Meski demikian, hendaknya kaum hawa tetap bisa mengupayakan Salat Id di masjid tanpa harus bersolek berlebihan. Sebab ada hadits yang menganjurkan agar menggiring semua wanita termasuk wanita haid untuk mengagungkan syiar hari Fitri atau hari kemenangan, meski tidak salat.

Sebagaimana hadits shahih berikut:

أَمَرَنَا – تَعْنِى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- – أَنْ نُخْرِجَ فِى الْعِيدَيْنِ الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ وَأَمَرَ الْحُيَّضَ أَنْ يَعْتَزِلْنَ مُصَلَّى الْمُسْلِمِينَ.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami pada saat Salat Id (Idul Fitri ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beranjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haid. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haid untuk menjauhi tempat salat.” HR. Muslim  no. 890.

Mengenai takbir pada rakaat pertama, jika pada salat berjamaah makmum tertinggal karena imam sudah membaca Surah Al-Fatihah maka tak perlu takbir lagi karena yang wajib hanya satu kali takbir selebihnya sunnah.

Sunnah lainnya, orang-orang yang pergi ke masjid atau lapangan terbuka untuk Salat Id bisa mengambil jalan yang berbeda antara saat berangkat dan pulang.
 
Niat Salat Idul Fitri

Bagi Anda yang terbiasa melafadzkan niat, berikut niat sholat Hari Raya Idul Fitri:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا/مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى  

Usholli sunnatan liidil fitri rok’ataini mustaqbilal qiblati adaan (imaman/makmuman) lillahi ta’ala

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”  


Topik

Serba Serbi Idul Fitri lebaran 1 syawal 1445 salat id salat idul fitri



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni