JATIMTIMES - Water Fasting atau diet air putih dipercaya dapat menurunkan berat badan secara signifikan dalam waktu singkat. Diet ini sempat booming di akhir 2016 bahkan telah banyak diikuti dan menjadi tantangan di media sosial.
Namun benarkah cara diet ini efektif dan aman untuk menurunkan berat badan?
Baca Juga : Tips Mudah Merebus Daging Sapi agar Cepat Empuk Tanpa Pakai Panci Presto
Berdasarkan buku 'Keampuhan Terapi Air Putih' karya A.S. Hamidin, diet air putih dianggap lebih baik dibandingkan minum pil diet. Faktanya, beberapa penelitian telah mengaitkan diet air putih dengan manfaat kesehatan yang mengesankan, termasuk terhindari dari risiko kanker tertentu, penyakit jantung, dan diabetes.
Diet air putih juga dapat mempromosikan autophagy, sebuah proses di mana tubuh kamu memecah dan mendaur ulang bagian sel yang lama dan berpotensi berbahaya. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa autophagy dapat membantu melindungi terhadap penyakit seperti kanker, Alzheimer, dan jantung.
Diet yang satu ini sangat disarankan dilakukan di bulan Ramadan. Dimana pada bulan tersebut, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa sehingga, pada siang hari tidak mengkonsumsi air.
Lantas bagaimana cara melakukan diet air putih di bulan Ramadan? Dan apa saja efek sampingnya bagi tubuh?
Dilansir dari berbagai sumber, berikut cata aman melakukan diet air putih di bulan Ramadan beserta efeknya pada tubuh.
Cara Diet Air Putih
Diet air putih mengharuskan kamu hanya mengonsumsi air putih saja dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, diet ini dilakukan selama 24 sampai 72 jam.
Para pendukungnya percaya bahwa dengan tidak mengkonsumsi makanan, tubuh akan memecah lemak untuk energi sehingga berat badan turun.
Selama melakukan diet air putih, kamu tidak diperbolehkan makan atau minum apa pun selain air putih. Kebanyakan orang minum dua sampai tiga liter air per hari selama menjalaninya.
Beberapa orang mungkin merasa lemas atau pusing selama puasa air putih. Sebaiknya tidak pergi mengemudi untuk menghindari kecelakaan saat melakukan diet air putih.
Itulah mengapa, diet air putih cocok dimulai saat bulan Ramadhan. Hanya saja penting mendengarkan tubuhmu agar tidak membahayakan kesehatan.
Setelah menjalani diet air putih tanpa makan atau minum apa pun, kamu harus menahan keinginan untuk makan besar kurang lebih 3 hari. Ini karena makan dalam porsi besar setelah diet air putih dapat menyebabkan gejala yang tidak nyaman.
Usai waktu diet air putih selesai, mulai mengonsumsi makanan yang tidak berat, seperti smoothies atau camilan sehat. Fungsinya agar perut tidak kaget diisi makanan langsung besar.
Manfaat Diet Air Putih
1. Menurunkan berat badan
Ketika Anda tidak memperoleh asupan kalori selama 24 jam atau lebih, maka berat badan dapat turun 0,9 kg per hari. Selain itu, asupan air putih sebanyak 2 liter juga bisa membakar hingga 100 kalori per hari.
Namun, Anda tidak perlu khawatir tubuh Anda akan terasa lemas akibat tidak mendapatkan energi dari kalori, karena awalnya energi masih dapat diperoleh dari pemecahan glikogen yang berperan sebagai cadangan karbohidrat.
2. Menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker
Baca Juga : 5 Rekomendasi Foundation Favorit Para MUA, Makeup Tahan Lama Seharian di Hari Lebaran
Beberapa penelitian menyatakan bahwa water fasting dapat menurunkan kadar kolestrol dan trigliserida yang merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung. Tak hanya itu, menjalani diet water fasting juga diyakini dapat mencegah pertumbuhan sel kanker.
3. Menurunkan risiko diabetes
Diet water fasting dapat menurunkan risiko Anda terkena diabetes, karena tubuh tidak mendapat asupan gula dari makanan maupun minuman.
Selain itu, metode diet ini juga berperan dalam meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin. Insulin merupakan hormon yang berperan untuk mengatur kadar gula darah. Meningkatnya sensitivitas tubuh terhadap insulin bisa mencegah kenaikan kadar gula darah secara berlebihan.
4. Menurunkan tekanan darah
Water fasting yang dilakukan di bawah pengawasan dokter dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Sebuah studi menyatakan bahwa 82-90% orang mengalami penurunan tekanan darah setelah melakukan water fasting selama 10-14 hari.
Risiko Diet Air Putih
Faktanya diet air putih memiliki resiko kesehatan yang cukup besar. Berikut alasan mengapa diet air putih sebaiknya tidak dilakukan dalam jangka panjang.
1. Dehidrasi
Meskipun minum air putih, tubuh tetap membutuhkan cairan dari makanan. Diet air putih justru berisiko menyebabkan dehidrasi yang dapat menimbulkan lemas, pusing, hingga gangguan fungsi organ.
2. Kekurangan Nutrisi
Tubuh membutuhkan nutrisi lain seperti protein, karbohidrat, dan lemak sehat untuk berbagai fungsi vital. Tanpa asupan makanan, tubuh kekurangan nutrisi tersebut dan dapat mengganggu kesehatan jangka panjang.
3. Kurang Efektif
Penurunan berat badan yang terjadi akibat diet air putih umumnya hanya berupa berat air, bukan berat lemak. Setelah kembali mengonsumsi makanan kembali, berat badan bisa kembali naik dengan cepat.