JATIMTIMES - Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan keluhan dari sejumlah warganet tentang banjirnya kopi impor di Indonesia. Dalam postingan yang viral, pengguna akun X @kozirama mengaku keheranan atas melimpahnya pasokan kopi dari luar negeri dengan harga yang jauh lebih murah daripada kopi lokal, sementara kualitasnya dianggap tidak kalah oke.
"Indonesia lagi dibanjirin kopi dari luar. Harganya bisa lbh murah 20-30rb/kg dgn kualitas lebih konsisten. Kok bisa? Entahlah," ungkap Kozirama, dikutip Minggu (31/3).
Baca Juga : Jatah Kursi DPRD Kabupaten Malang Menyusut, PKB Bertekad Rebut Kembali di Pemilu 2029
Unggahan itu pun lantas menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak warganet mengutarakan keprihatinan atas dampak dari masuknya kopi impor dalam jumlah besar ini terhadap industri kopi lokal.
Salah satu netizen menilai jika kopi lokal juga ada yang konsisten menyajikan kopi berkualitas. Namun petani mudanya ingin cepat kaya, sehingga tak jarang harga kopi lokal dinaikkan.
"Sbenernya yg lokal ada aja yg konsisten ko mas, cuma green buyernya / petani mudanya pengen cepet kaya hehehehehe," kata @kodomo****.
Beberapa netizen juga menyoroti pemangku kepentingan soal impor kopi yang masih meloloskan produk kopi impor hingga melimpah di Indonesia.
"Lahhh customs kok bisa ngelolosin kyk gini? Mungkin lagi sibuk ngurusin jastip," tulis @hyva****.
"Setauku customs cuman menjalankan peraturan dari kementerian lain. Ini ranahnya kemendag, kalo kemendag gak ngeluarin aturan pelarangan ya customs gak bisa nglarang barang itu masuk," imbuh @rashas*****.
Baca Juga : Warga Kabupaten Malang Terlibat Kasus Uang Palsu, Polisi Gencarkan Patroli dan Sosialisasi
Ada beberapa netizen lain yang menduga alasan menjamurnya kopi impor di Indonesia hingga menggerus kopi lokal.
"Harga kopi lokal yang mahal? Atau variable tanam hingga panen yang bikin mahal?? trus pemerintahnya ngurusin tambang dan jastip doang," ujar @sutris*****.
Unggahan ini pun hingga menuai respons dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi tampak membubuhkan emoji sedih atas keluhan warganet soal kopi tersebut.
Hingga berita ini ditulis belum ada klarifikasi dari pihak pemantu kepentingan soalnya menjamurnya kopi impor yang menggerus pasar kopi lokal.