JATIMTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengkonfirmasi telah ada puluhan kasus meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD). Data tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan disepanjang tahun 2023.
Guna menanggulangi sekaligus mengantisipasi terus bertambahnya kasus DBD, Dinkes Kabupaten Malang menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD di Kabupaten Malang tahun 2024. Agenda tersebut berlangsung di Pendapa Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen pada Kamis (28/3/2024).
Baca Juga : Warga Kabupaten Malang Terlibat Kasus Uang Palsu, Polisi Gencarkan Patroli dan Sosialisasi
Mewakili Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Kabupaten Malang Tri Awignami Astoeti menuturkan, pada awal tahun 2024, tercatat sudah ada ratusan kasus DBD di Kabupaten Malang.
"Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus DBD di Kabupaten Malang hingga 23 Maret (2024) ada sebanyak 905 kasus," tutur Awignami saat memberikan pemaparan dalam Pertemuan Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD di Kabupaten Malang, Kamis (28/3/2024).
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kasus DBD di Kabupaten Malang pada awal tahun 2024 tersebut cukup memperihatinkan. Di mana, sepanjang 2023 lalu kasus DBD ada sebanyak 1.009 kasus. Artinya hanya terpaut 104 kasus dari total kasus pada awal tahun 2024.
"Tentunya ini menjadi catatan dan perlu segera diantisipasi. Mengingat saat ini masih awal tahun namun kasus DBD sudah mencapai 905 kasus. Selisih sedikit dengan tahun sebelumnya yakni 1.009 kasus," tuturnya.
Bergeser kepada kasus kematian akibat DBD, angkanya juga terbilang cukup memperihatinkan. Di mana, pada awal 2024 sudah ada puluhan orang yang dinyatakan meninggal akibat terjangkit DBD. "Jumlah kasus kematian DBD hingga 23 Maret (2024) ada 10," ujarnya.
Angka kematian akibat DBD di awal 2024 tersebut, mengalami peningkatan dari total kematian disepanjang tahun 2023. "Tahun lalu kasus kematian akibat DBD ada sembilan. Sedangkan awal tahun 2024 angka kematian akibat DBD sudah melebihi tahun lalu, semoga tidak bertambah," ujarnya.
Baca Juga : Hati-Hati Berburu Takjil, Dinkes Kota Batu Temukan Dua Sampel Makanan Mengandung Boraks
Sekedar informasi, dalam agenda Pertemuan Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD di Kabupaten Malang tahun 2024 tersebut, turut mengundang sejumlah pihak terkait. Yakni mulai dari pihak Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Malang, hingga jajaran camat juga turut diundang.
Di sisi lain, Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto bersama perwakilan jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, juga turut menghadiri agenda tersebut. Hingga berita ini disusun, agenda yang diselenggarakan Dinkes Kabupaten Malang tersebut masih berlangsung.
"Diharapkan melalui agenda ini, pencegahan bisa dilakukan sejak di tingkat desa melalui pemerintah di kecamatan. Sehingga kasus DBD di Kabupaten Malang bisa semakin dikendalikan, baik penyakit maupun penyebarannya," pungkas Awignami.