JATIMTIMES - Ratusan pelaku sektor transportasi di Kota Batu, utamanya ojek pangkalan dan ojek online hingga angkutan umum mendapatkan bantuan sosial dari Dinas Perhubungan (Dishub), Kamis (28/3/2024). Mereka mendapatkan uang tunai sebesar Rp600 ribu. Hal ini salah satunya sebagai langkah meringankan dampak inflasi.
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan, para pelaku transportasi diharapkan dapat terbantu dengan bantuan sosial. Terlebih dalam memenuhi kebutuhan Ramadan dan jelang Idulfitri.
Baca Juga : Jatah Kursi DPRD Kabupaten Malang Menyusut, PKB Bertekad Rebut Kembali di Pemilu 2029
"Kami memberikan bantuan melalui Dinas Perhubungan kepada warga kota batu yang pekerjaannya di sektor transportasi kendaraan bermotor, seperti ojek pangkalan, ojek online, dan angkot," ujar Aries ketika ditemui saat pelaksanaan penyerahan bansos di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu, Kamis (28/3/2024).
Lebih dari 900 orang menerima bantuan tunai tersebut. Para pelaku ojek dan angkot itu mengantre sejak pagi untuk mendapatkan bansos yang sebelumnya telah diinformasikan melalui paguyuban masing-masing.
Tercatat, total ada 978 orang yang mendapatkan bantuan. Rinciannya, Sopir Angkot 291 orang, ojek online 270 orang, dan ojek pangkalan 417 orang. Masing-masing dari mereka mendapatkan bansos senilai Rp600 ribu. Menurut informasi yang dihimpun, mereka yang tidak hadir diberi kesempatan hari selanjutnya untuk datang ke kantor Dinas Perhubungan dengan batasan tiga hari kerja.
Pj Aries menyebut, Pemkot juga sudah mengupayakan bantuan sosial kepada masyarakat lainnya melalui beras cadangan pangan pemerintah (CPP) yang mulai disalurkan, serta subsidi beras murah Bulog dalam beberapa operasi pasar.
"Kalau untuk warga miskin sudah kita bagikan, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, CPP berapa desa kita mulai. Operasi pasar juga kita berusaha 19 desa lima kelurahan, untuk menekan inflasi semakin turun," tambah Aries.
Baca Juga : Polres Malang Beberkan Tips Terhindar Uang Palsu, Ciri-cirinya Juga Bisa Diketahui Tuna Netra
Mujito, salah satu pelaku ojek pangkalan mengatakan cukup terbantu dengan pelaksanaan bantuan tunai. Terlebih dirinya yang merupakan ojek pangkalan merasa saat ini sepi penumpang. "Sejak pasar yang sekarang, jarang ada yang pakai kirim barang. Kalau saat ini lebih sepi, agak mendingan dengan ada bantuan ini, tapi setahun baru dua kali," ujar Mujito.
Dia berharap agar Pemkot lebih memberikan perhatian lagi. Selain bansos juga melalui kebijakan yang menguntungkan ojek seperti dirinya di Kota Wisata yang sesuai perkembangan zaman.