JATIMTIMES - Sekitar sembilan ribu lebih surat suara di Kota Malang dibakar. Surat suara tersebut dibakar oleh KPU dan Bawaslu Kota Malang di gudang logistik KPU Kota Malang, Selasa (13/2/2024).
Ribuan surat suara itu dibakar karena dua hal. Pertama karena surat suara rusak dan kedua karena surat suara berlebih. “H-1 (14 Februari 2024) menuju coblosan, maka kita musnahkan surat suara yang lebih dan yang rusak,” ujar Ketua KPU Kota Malang, Aminah Asminingtyas, Selasa (13/2/2024).
Baca Juga : Aliansi Mahasiswa Jawa Timur Ajak Rekan Datangi TPS
Berdasarkan data rinci, jumlah surat suara yang dimusnahkan untuk Pilpres ada 888 surat lebih dan 177 surat rusak. Kemudian, untuk DPR RI ada 906 surat lebih dan 281 surat rusak.
Selanjutnya, DPRD Provinsi Jatim ada 819 surat lebih dan 252 surat rusak, DPRD Kota Malang ada 4312 surat lebih dan 830 surat rusak. Terakhir, untuk DPD ada 885 surat lebih dan 61 surat rusak. Dengan begitu, total surat yang dibakar atau dimusnahkan sebanyak 9.411 surat suara.
“Kerusakan itu ada yang sobek, terpotong gak lengkap hingga ada yang kena bercak. Kalau (tercoblos) itu gak ada,” ungkap Aminah.
Aminah pun mengungkapkan pemusnahan baru dilakukan H-1. Karena KPU Kota Malang sendiri baru selesai penyaluran logistik dan inventarisir logistik. “Kenapa kita sore, karena kita sudah selesai distribusi kepada TPS, sudah kita inventarisir juga dan sudah kita data juga semua,” tutur Aminah.
Seperti diketahui, KPU Kota Malang memang masih menyisakan surat suara cadangan. Sisa tersebut memang dibutuhkan untuk setiap TPS nantinya.
Baca Juga : 3.665 Lembar Surat Suara Dibakar KPU Situbondo, Berikut Alasannya
Untuk kebutuhan surat suara cadangan sendiri yakni 2 persen dari jumlah surat suara di TPS. Maka, nanti masyarakat boleh memeriksa terlebih dahulu surat suara sebelum masuk ke bilik pencoblosan. “Saat di TPS waktu menerima surat suara bisa diperiksa dulu. Kalau rusak, kita ganti langsung. Kita ada cadangan 2 persen dari jumlah surat,” beber Aminah.
Saat ini, seluruh logistik telah berhasil disalurkan ke 2.452 TPS di seluruh Kota Malang. Termasuk juga 10 TPS di Lapas Kelas I Malang dan 2 TPS di Lapas Perempuan Malang. “Iya distribusi semua sudah selesai dan gak ada kesulitan. Terakhir kita distribusi ke lapas laki-laki dan perempuan jam 4 sore tadi,” tandas Aminah.