free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Minta TPID Lakukan Intervensi Pasar

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

30 - Jan - 2024, 16:36

Loading Placeholder
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat didampingi Sekda Erik Setyo Santoso rakor tentang inflasi bersama TPID Kota Malang.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meminta kepada tim pengendali inflasi daerah (TPID) Kota Malang untuk bisa melakukan intervensi pasar. Hal tersebut sebagai antisipasi untuk mencegah kenaikan harga pangan akibat naiknya harga jagung. 

Terutama pada harga telur dan daging ayam ras. Meskipun sebenarnya, harga telur dan daging ayam saat ini masih berada di level yang aman, namun Wahyu menilai agar perlu dilakukan upaya pencegahan, supaya harga tidak naik hingga ke tingkat konsumen. 

Baca Juga : Terbukti Mudahkan Masyarakat Bayar PBB, Bapenda Kota Malang Harap Kerja Sama dengan Indomaret Berlanjut

"Sejak awal Januari yang lalu, Mendagri sudah mengingatkan untuk mewaspadai kenaikan harga jagung. Sebab dikhawatirkan akan berpengaruh juga pada harga telur dan daging ayam. Mumpung harganya belum naik, maka perlu kita lakukan intervensi untuk mencegah hal itu terjadi," ujar Wahyu.

Wahyu mengungkapkan bahwa dalam menjaga laju tingkat inflasi, pihaknya berencana untuk melakukan sinergisitas dengan daerah-daerah lain dengan tingkat komoditas yang surplus, seperti misalnya dengan Kabupaten Probolinggo untuk komoditas bawang, juga dengan Kabupaten Malang untuk komoditas cabai dan jagung.

Rencananya, usulan ini akan disampaikan dalam High Level Meeting TPID Kota Malang guna pembahasan lebih lanjut terkait dengan realisasinya. Sebelumnya, Pemkot Malang juga mengikuti rapat koordinasi tentang pengendalian inflasi secara daring yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Secara nasional, tingkat inflasi saat ini masih cukup terkendali. Dimana tingkat inflasi bulan Desember 2023 sebesar 2,61% (yoy) turun dari inflasi bulan November 2,86%.

Meski begitu sejumlah komoditas masih menjadi penyumbang kenaikan inflasi di sejumlah daerah, seperti misalnya beras, yang menjadi komoditas dengan kontribusi inflasi terbesar sebesar 0,53% (yoy).

Baca Juga : Rencana Pembangunan Fly Over di Jurang Susuh, Pemkot Batu Kirim Proposal

Kenaikan tingkat inflasi komoditas beras saat ini masih dapat dikendalikan dengan sejumlah skema yang dilakukan. Seperti penyaluran bantuan pangan beras dan gerakan lain yang telah terbukti efektif menahan laju inflasi pangan. 

Diantara yang menjadi bantuan dari pemerintah terkait dengan pendistribusian komoditas beras ini adalah kegiatan Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) yang dilakukan oleh Perum BULOG yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dalam rangka pengendalian inflasi, khususnya kelompok makanan dengan membentuk 'Hub atau Stockist' di pasar. 

Kota Malang menjadi salah satu daerah yang melakukan kegiatan SPHP ini melalui program Warung Tekan Inflasi Mbois Ilakes yang sebelumnya dilakukan di tiga pasar di Kota Malang, yaitu Pasar Dinoyo, Pasar Besar, dan Pasar Blimbing. Melalui penyaluran SPHP ini Harga Eceran Tertinggi (HET) dapat terjaga hingga konsumen akhir. Realisasi SPHP pada per 28 Januari 2024 sejumlah 121.294 Ton.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---