JATIMTIMES - Meninggal dalam posisi yang baik, sepertinya halnya saat sujud dalam salat menjadi hal yang diinginkan oleh umat Muslim. Salah satu tokoh dari kalangan tabi'in, Mujahid bin Jabar Al-Makhzumi meninggal dalam posisi yang baik.
Untuk diketahui, sosoknya merupakan tabi'in yang terkenal sebagai ahli ibadah, ahli zuhud, faqih, alim, tsiqah. Telah banyak hadits yang meriwayatkan. Hal ini juga diceritakan dalam Uzhamaa'u Al-Islam 'Abra Arba'ah 'Asyra Qarnan Min Az-Zamaan karya Syaikh Muhammad Sa'id Mursi yang diterjemahkan Khoirul Amru Harahap dan Achmad Faozan.
Baca Juga : Moeldoko Tegaskan 8 Tenaga Ahli Mengundurkan Diri dari KSP untuk Berkontestasi di Pemilu 2024
Setiap kata dari lisannya, mengandung kata-kata yang indah dan mengandung banyak hikmah. Bahkan, dapat dikatakan setiap perkataan yang keluar dari lisannya adalah mutiara hikmah.
Sosoknya terus menyempatkan untuk belajar setiap saat. Ibnu Abbas RA, menjadi sosok tempat Mujahid belajar tafsir. Setiap belajar, ia selalu membaca Al-Qur'an sebanyak 3 kali dan setiap membaca satu ayat, ia selalu menanyakan asbabun nuzul ayat tersebut.
Ia berkata, "Aku telah menyodorkan (meminta tafsir secara rinci kepada Ibnu Abbas sebanyak tiga kali, berhenti di setiap ayat dan aku bertanya tentangnya, kepada siapa di turunkan, dan bagaimana kondisinya?,"
Kepiawaian Mujahid telah banyak diketahui. Bahkan, ia telah masyhur dan dikenal banyak orang. Sufyan Ats-Tsauri Ulama ahli hadits masyhur era Abbasiyah, juga pernah mengatakan perihal kepiawaian ilmu tafsir yang dimiliki Mujahid.
"Ambillah/ pelajarilah ilmu tafsir dari empat orang: Mujahid, Sa'id bin Jubair, Ikrimah, dan Adh-Dhahak," kata Sufyan Ats-Tsauri.
Kepiawaian Mujahid juga diakui ahli tafsir lain, yakni Qatadah. Dikatakannya, bahwa Mujahid merupakan orang yang paling mengerti tentang tafsir. Begitupun ahli tafsir lain, yakni Adz-Dzahabi yang juga mengatakan, Mujahid adalah seorang penghafal Al-Qur'an dan ahli tafsir.
Baca Juga : Monumen 47 Pendiri Pembangunan Selecta Berdiri Megah, Begini Kisahnya
Mujahid disepakati para ulama merupakan ulama yang banyak meriwayatkan hadits.
Ia meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas RA, Abu Hurairah RA, Rafi' bin Khudaij RA, Ummu Hani'ra, dan lainnya.
Adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “para ulama bersepakat bahwa (Mujahid adalah) imam (ahli tafsir), yang (perkataannya) di jadikan sebagai dalil,yang mana ‘Abdullah ibnu Katsir belajar padanya".
Hadits-hadits riwayatnya diriwayatkan oleh para imam pengarang Kutub As-Sittah, kumpulan enam kitab hadits.
Mujahid lahir pada 21 H. Yahyah al-Qothon berkata tentang wafatnya Mujahid, "wafatnya pada tahun 104 H. Namun ada pula yang mengatakan ia wafat apda 102 H dan ada pula yang mengatakan 103 H. Saat itu, sosok Mujahid tengah melaksanakan salat. Saat sujud itulah, Mujahid menghembuskan menghembuskan nafas terakhirnya dalam sujud salatnya. Mujahid wafat pada usia ke 83 tahun.