JATIMTIMES - Memasuki Tahun Politik, Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengingatkan seluruh Anggota PGRI untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Pesan tersebut disampaikan Karna Suswandi dalam acara Apel Akbar dalam rangka Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke 78 dan Hari Guru Nasional ke 30 di Alun-Alun Situbondo, Kamis (18/1/2024).
"Ini penting untuk saya ingatkan kepada para guru agar tidak mudah terjebak dan terperosok dalam permainan politik praktis yang dapat mencederai citra dan profesionalisme guru. Sebab, guru adalah sebagai sosok yang digugu dan ditiru," ujarnya saat menyampaikan sambutan di Paseban Putih Alun-alun Situbondo.
Baca Juga : Hadiri HUT LVRI, Pj Wali Kota Mojokerto: Veteran adalah Teladan Bagi Generasi Penerus Bangsa
Sebagai warga negara yang baik, Bupati Karna mengajak para guru untuk menggunakan hak suaranya di Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 sesuai dengan hati nurani dan jangan sampai tidak memilih atau golput.
"Tentunya dengan berpegang teguh pada Luber Jurdil. Yakni langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil," bebernya.
Lebih lanjut, Karna Suswandi, ini pun meminta kepada seluruh Anggota PGRI se-Kabupaten Situbondo untuk menjaga persatuan dan kesatuan di antara keberagaman dan perbedaan. "Karena hanya dengan persatuan dan kesatuan inilah kita akan bisa membangun negara ini untuk mencapai Indonesia maju," tegasnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Situbondo, Suhartoni menjelaskan, Apel Akbar dalam rangka Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke 78 dan Hari Guru Nasional ke 30 ini diikuti lebih dari 6.000 Anggota PGRI se-Kabupaten Situbondo.
Baca Juga : Heboh, Zarry Hendrik Sebut Aksi Kamisan sebagai Dagangan, Netizen: Gaada Empatinya Sama Sekali
"Jumlah tersebut meliputi guru-guru mulai dari unsur KB, TK, SD, SMP, SMA juga SMK se-Kabupaten Situbondo baik negeri maupun swasta," ucapnya.