JATIMTIMES - Universitas Islam Malang (Unisma) mewisuda 614 mahasiswa jenjang sarjana, pascasarjana, dan program profesi periode ke-72, (6/1/2023).
Dalam kesempatan itu, Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi menyampaikan 3 pesan penting kepada lulusan kampus nomor 1 di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) ini.
Baca Juga : STIE Malangkucecwara Ajak Guru Sekolah Manfaatkan AI dalam Pembelajaran
Dalam sambutannya, Maskuri menyampaikan agar para lulusan Unisma menjadi lulusan yang adabtable. Tak dipungkiri, saat ini perubahan di lingkungan terjadi sangat cepat. Para lulusan Unisma dituntut mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri atau adaptif pada beragam perubahan.
Menurut rektor, hal ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dala. memenangkan persaingan maupun mengatasi perubahan.

"Orang yang adaptable akan terbuka dengan perubahan dan menyukai eksplorasi. Orang yang adaptable selalu berusaha mencari solusi atas sebuah masalah, bukan suka mengambinghitamkan orang lain," kata Maskuri.
Hasil riset yang dilakukan oleh The Mckenzie Institute Internasional menunjukkan pada level dunia, 2025-2030 akan terjadi PHK mencapai 300 juta manusia. Di Indonesia PHK akan mencapai 56 juta manusia. Hal ini disebabkan tenaga manusia diganti dengan sistem digitalisasi (IoT).
Sedangkan saat ini, berdasarkan data BPS, orang miskin mencapai 27,78 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 275 juta orang lebih. Di sini dibutuhkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Memiliki kemampuan digitalisasi, sebagai job creator bukan job seeker.
Pesan kedua, rektor meminta para lulusan untuk menjadi orang yang kreatif. Sebab, kreativitas menghadirkan ide-ide orisinal, yang menjadi salah satu penentu keberhasilan ketika diamanahi menjadi seorang pemimpin.
Pemimpin yang baik, menurut Maskuri, adalah pemimpin yang jujur, Ikhlas, mampu bekerja keras, cerdas, tuntas, bertanggung jawab. Selain itu, pemimpin selalu berinovasi tanpa henti. Kemudian, sosok seorang pemimpin adalah menorehkan legacy atau tinggalan yang menyenangkan banyak orang.
Lebih dari itu, pemimpin juga mengubah mindset lingkungan dan suka keluar dari zona nyaman.

"Pemimpin dengan 4 indikator tersebut adalah ciri pemimpin perubahan, bukan sekadar pengikut perubahan, apalagi penonton dan penentang perubahan, naudzubillahimindazlik," jelasnya.
Baca Juga : Unggul Perolehan Suara, Jurnalis Harian Bhirawa Kembali Pimpin PWI Malang Raya
Pesan ketiga yang disampaikan Maskuri adalah para lulusan harus menjadi seseorang yang pandai berterima kasih. Sebab, dalam sebuah kesuksesan seperti halnya studi, tak dipungkiri juga terdapat peran orang lain yang terlibat langsung maupun tak langsung.
Salah satu sosok yang sangat berperan penting adalah orang tua yang memberikan support doa maupun biaya kepada para lulusan. Pengorbanan yang dilakukan orang tua sangatlah besar.
Bahkan tidak jarang para orang tua bangun malam dengan niatan mulia dan harapan tinggi agar anaknya menjadi pribadi cakap dan mulia. Bahkan seringkali, untuk memenuhi kebutuhan anaknya, orang tua membanting tulang, memeras keringat dalam kadar yang mungkin di luar bayangan para wisudawan.
"Orang tua menjalaninya dalam diam, supaya saudara tidak larut dalam suasana hati yang dapat mengganggu studi. Banyak rahasia yang disimpan oleh orang tua saudara, terkait dengan ikhtiar dan harapan tak terbatas mereka terhadap studi saudara," katanya.
Para wisudawan adalah kebanggaan para orang tua. Kesuksesan para wisudawan tentunya merupakan harapan dari para orang tua. Untuk itu, pihaknya berharap para wisudawan dapat memberikan yang terbaik dan dapat berkontribusi positif dalam berbagai hal, baik di lingkungan maupun untuk bangsa dan negara.