free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hukum dan Kriminalitas

Berikan Trauma Healing, Polisi Ungkap Dugaan Alasan Guru di Malang Tak Ajak Satu Anaknya Bunuh Diri

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : A Yahya

14 - Dec - 2023, 02:38

Loading Placeholder
Tim Trauma Healing Polres Malang yang disiagakan untuk memberikan pendampingan psikologis terhadap satu anggota keluarga yang ditemukan selamat paska peristiwa dugaan bunuh diri massal pada Rabu (13/12/2023). (Foto: Ashaq Lupito / Jatim Times)

JATIMTIMES - Remaja putri berinisial K (12) merupakan salah satu anak kandung dari pasangan suami istri Wahaf alias WE (44) dan Sulikhah alias SK (40), yang selamat atas peristiwa tewasnya satu keluarga di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (12/12/2023). Tidak seperti saudara kembarnya, R (12), K dikabarkan tak diajak bunuh diri oleh bapaknya.

Dalam kesehariannya, K dikenal sebagai anak yang cerdas. Bahkan, beragam prestasi telah diraih olehnya. Berkat kegigihannya itulah, K yang kini duduk di bangku kelas VII tersebut diterima di salah satu SMP di Kota Malang lewat jalur prestasi.

Baca Juga : Guru Bunuh Diri Bersama Keluarga di Malang Diduga karena Terlilit Hutang

Hal itulah yang diduga membuat K tidak diajak oleh bapaknya untuk bunuh diri. Dugaan tersebut disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat, saat ditemui awak media di Polsek Pakis pada Rabu (13/12/2023).

Sementara itu, setelah peristiwa memilukan tersebut, K saat ini dirawat oleh neneknya. Yakni ibu dari korban atas nama Sulikhah yang merupakan orang tua dari K. "Sementara informasinya, dari kemarin kami mengobrol itu (K) akan ikut neneknya. Orang tua dari ibu SK," ungkap Gandha.

Sementara itu, dari perkembangan hasil penyelidikan, saudara kandung K, yakni R diketahui memiliki kedekatan yang lebih dengan Wahaf. Hal itulah yang membuat polisi menduga alasan yang dijadikan Wahaf untuk mengajak R bunuh diri. "Justru yang paling ada kedekatan dengan almarhum bapak WE ini yang R, yang ikut meninggal dengannya," ujarnya.

Selain faktor kedekatan, K juga dikenal sebagai sosok yang berprestasi. Hal itulah yang diduga membuat Wahaf tidak mengajak K untuk bunuh diri.

"Anaknya ini (K) tergolong anak yang beprestasi, sesuai informasi yang kami terima yang bersangkutan masuk SMP itu kalau tidak salah lewat jalur prestasi," imbuhnya.

Gandha menambahkan, saat ini K telah mendapatkan pendampingan intensif dari Tim Gabungan Trauma Healing. Hal itu dilakukan guna memulihkan kondisi trauma yang mungkin dialami K paska keluarganya tewas diduga karena bunuh diri.

"Untuk rencana trauma healing, kemarin setelah kejadian kami bersama Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang, psikolog, dan rekan-rekan dari DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang) sudah datang ke rumah duka," tutur Gandha.

Rumah duka yang dimaksud tersebut adalah kediaman dari nenek K. Di mana, K sesaat setelah keluarganya tewas memang dirawat oleh neneknya yang merupakan orang tua dari ibunya K.

"Sudah kami temui kesana dan rencananya hari ini kami dari Polres Malang, dari psikolog, dan juga dari DP3A akan melaksanakan support atau trauma healing bagi K," ujarnya.

Baca Juga : Mobil Dinas KSOP Situbondo Alami Laka di Tol Paspro, Sopir Diduga Mengantuk

Gandha menyebut, kondisi K saat ini terpantau mulai stabil usai mendapatkan trauma healing dari Tim Gabungan. Pihaknya berharap, K bisa segera pulih dari perasaan trauma yang telah dialaminya usai keluarganya diduga bunuh diri pada Selasa (12/12/2023).

"(Kondisi K) relatif stabil. Tentunya kemarin pada saat kami datangi masih sedih, namun relatif stabil," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, kejadian tewasnya satu keluarga tersebut baru diketahui warga setempat saat K berlarian keluar rumah sembari berteriak minta tolong kepada warga, Selasa (12/12/2023) sekitar pukul 08.15 WIB. Tetangga yang mendengarkan teriakan tersebut bergegas mendatangi rumah K beserta keluarganya.

Ketika itulah, warga menemukan istri dan satu orang anaknya telah tewas dengan kondisi sang ibu mulutnya berbusa sedangkan mulut dari anaknya berwarna kebiruan. Sementara sang suami pada saat itu ditemukan masih hidup dalam kondisi sekarat dengan pergelangan tangan berlumuran darah karena luka sayatan. Setelah sempat di bawa ke rumah sakit, sang suami akhirnya dinyatakan meninggal karena kehabisan darah.

Berdasarkan perkembangan hasil penyelidikan, motif dari dugaan bunuh diri massal tersebut lantaran faktor ekonomi. Di mana, korban atas nama Wahaf yang berprofesi sebagai guru tersebut terjerat utang. Bahkan sebelum ditemukan tewas, Wahaf menyampaikan tidak sanggup membayar utang kepada beberapa saksi yang telah diperiksa oleh polisi.

Pemberitaan dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi para pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, disarankan segera mengkonsultasikan persoalan anda kepada pihak-pihak yang dapat membantu. Seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Jika anda atau seseorang yang anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, silahkan hubungi dokter kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya

Hukum dan Kriminalitas

Artikel terkait di Hukum dan Kriminalitas

--- Iklan Sponsor ---