JATIMTIMES - Mobil ambulans dengan nomor polisi (nopol) N 7033 EP mengalami insiden kecelakaan saat melintas di kawasan Jalan Raya Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jumat (24/11/2023) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Dugaan sementara, sopir mengantuk saat mengendarai ambulans.
Hingga kini belum terkonfirmasi apakah ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan antara ambulans dengan truk tersebut. Namun pengemudi ambulans dikabarkan mengalami luka parah.
Baca Juga : Kejam, Israel Maksimalkan Serangan Sebelum Gencatan Senjata
Diperoleh keterangan, pengemudi truk nopol N 9580 EE bernama Nurdiansyah. Pria 35 tahun tersebut merupakan warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sementara itu, untuk identitas kernet truk bernama Putra. Pria berusia sekitar 30 tahun tersebut merupakan warga Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Saat ditemui awak media sesaat setelah kecelakaan terjadi, Nurdiansyah mengaku pada saat itu sedang mengemudikan truk dengan kecepatan sedang. Yakni dari arah selatan menuju utara. Sedangkan ambulans pada saat kejadian melintas dari arah sebaliknya.
"Ambulans dari arah utara, kemungkinan (sopir) mengantuk. Soalnya ambulans pada saat itu langsung nyelonong agak ke kanan, keluar lajur. Kemudian saya langsung banting kiri," tuturnya.
Diduga, ambulans mengalami kecelakaan usai mengantarkan pasien. Sehingga sirine tidak dibunyikan lantaran hendak kembali ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan.
Sementara itu, untuk truk pengangkut tabung gas oksigen dikabarkan sedang perjalanan menuju ke wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. "Saat hendak terjadi tabrakan, saya menghindar ke arah kiri. Akhirnya ambulans menabrak bagian tengah (badan truk sebelah kanan)," tutur Nurdiansyah.
Truk pengangkut tabung oksigen tersebut, dijelaskan Nurdiansyah, selama ini juga bekerjasama dengan RSUD Kanjuruhan. "Tapi jadwal hari ini tadi kosong, tidak ada yang ke (RSUD) Kanjuruhan," imbuhnya.
Pada saat kejadian, cuaca sedang gerimis. Sehingga mengakibatkan jalanan menjadi basah. "Setelah kejadian tabung oksigen (yang diangkut kedalam bak truk) jatuh berserakan. Kurang lebih ada sekitar 40 sampai 50-an (tabung oksigen). Kondisi tabung dalam keadaan kosong," jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, pengemudi truk mengalami luka ringan. Sedangkan kernet truk hingga kini belum bisa dipastikan kondisinya. "Kalau kernet (truk) kurang paham kondisinya bagaimana. Soalnya bagian luar tidak ada yang luka, tapi dia jalannya pincang," ujarnya.
Baca Juga : Hari Kesehatan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Klaim JKM ke Kader Posyandu di Banyuwangi
Pada saat kejadian, di dalam ambulans dikabarkan ada dua orang. Yakni sopir dan seorang perawat. Sementara itu, untuk satu orang perawat di dalam ambulans dikabarkan selamat. Sedangkan pengemudinya dikabarkan mengalami luka yang cukup serius.
"Sopir ambulans luka parah. Kalau informasinya, mengalami patah kaki. Kalau perawatnya, Insyaa Allah tidak apa-apa, tadi perawatnya masih bisa berdiri (setelah insiden kecelakaan)," terangnya.
Sesaat setelah kejadian, para korban langsung dievakuasi ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans. "Kernet di bawa ke Rumah Sakit Ben Mari. Sedangkan satunya (sopir ambulans) dibawa ke RSUD Kanjuruhan," ungkapnya.
Sementara itu, dari pantauan media online ini, mobil ambulans terlihat ringsek usai mengalami kecelakaan. Sedangkan truk mengalami beberapa kerusakan termasuk di bagian tangki bahan bakar.
"Kerusakan truk kemungkinan sekitar 40 persen, tangki solar truk juga bocor," pungkasnya.