Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Warga Ngunut Ini Pelihara Buaya dan Landak Jawa, Ini Akibatnya

Penulis : Aries Marthadiharja - Editor : Nurlayla Ratri

22 - Nov - 2023, 18:51

Placeholder
Polres Tulungagung gelar konferensi pers usai salah satu warga Ngunut Tulungagung ketahuan memelihara tiga satwa yang dilindungi undang-undang, mulai dari buaya muara hingga landak Jawa. (dok. Humas Polres Tulungagung)

JATIMTIMES - Polres Tulungagung berhasil mengamankan salah satu warga Kecamatan Ngunut, Tulungagung yang ketahuan memelihara tiga satwa dilindungi jenis buaya dan landak.

Dari keterangan pers rilis Humas Polres Tulungagung pada Rabu, 22 November 2023 sidak satwa dilindungi ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Muchammad Nur. 

Baca Juga : 5 Cara Penularan Cacar Monyet atau Monkeypox yang Harus Diwaspadai

 

Dijelaskan bahwa hari Selasa tanggal 14 November 2023, unit Pidsus Satreskrim Polres Tulungagung mendapatkan informasi dari masyarakat perihal adanya warga setempat yang diduga memelihara satwa terlarang.

“Anggota Unit Pidsus dipimpin Kanit Pidsus IPTU Ziko Bintang melakukan penyelidikan dan pengecekan ke TKP (tempat kejadian perkara)," jelasnya.

Saat penyelidikan, seorang warga berinisial HN terbukti memelihara satwa yang dilindungi undang-undang yaitu satu ekor buaya muara, satu ekor buaya Irian dan satu ekor landak Jawa.

Unit Pidsus bersama dengan pihak BKSDA juga telah jenis-jenis satwa yang dipelihara tersangka HN termasuk satwa yang dilindungi.

“Dari keterangan tersangka HN bahwa satwa-satwa tersebut diperoleh dari salah satu akun Facebook yang tergabung di grup Facebook pecinta hewan reptil Tulungagung,” lanjutnya.

HN pada awalnya mengaku melakukan komunikasi dengan penjual melalui inbox messenger. Kemudian lanjut dengan nomer HP, namun HN sudah tidak menyimpan nomer penjualnya.

Berdasarkan keterangan, satwa tersebut dibeli HN dengan cara COD di penyeberangan tambangan Desa Ngunut.

“Buaya Irian dan buaya muara tersebut dibeli dengan harga masing-masing Rp250.000. Sementara untuk harga landak Jawa Rp150.000,” kata Kasatreskrim.

Tersangka HN membeli satu ekor buaya irian dan satu ekor buaya muara masih ukuran panjang 40 cm dengan berat 0,25 kg dengan umur kurang lebih 3 sampai 5 bulan.

Sementara untuk satu ekor landak Jawa kala itu dibeli dengan ukuran panjang 10 cm dan berat 0,5 kg.

Baca Juga : Sampoerna Kembali Buka SKT di Jatim, Bakal Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja 

 

“Sampai sekarang HN sudah memelihara satwa-satwa tersebut selama tujuh tahun," jelas Kasatreskrim Tulungagung.

Nur menjelaskan, saat ini satu ekor buaya Irian sudah berukuran kurang lebih 2 meter dengan berat 50 kg, satu ekor buaya muara berukuran kurang lebih 1 meter dengan berat 25 kg dan satu ekor landak Jawa berukuran 50 cm dengan berat 5 kg.

Motif tersangka memelihara satwa-satwa tersebut sebagai hobi. Rupanya, HN juga memelihara satwa jenis lainnya. Akan tetapi, satwa lain tersebut bukan termasuk ke dalam jenis satwa yang dilindungi.

Barang bukti satu ekor buaya Irian (crocodylus novaeguineae) sudah berukuran kurang lebih 2 meter dengan berat 50 kg, satu ekor buaya muara (crocodylus porosus) berukuran kurang lebih 1 meter dengan berat 25 kg dan satu ekor landak Jawa (hystrix javanica) berukuran 50 cm dengan berat 5 kg

Pasal terkait menjelaskan setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh , menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi, sebagaimana dimaksud dalam pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a UURI no. 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya jo peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan republik indonesia nomor: P.106/MENLHK/Setjen/KUM.1/12/2018 tentang perubahan kedua atas peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan Republik Indonesia.

Tersangka terancam hukuman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).

Andik, selaku Kepala Seksi Konservasi Wilayah Kediri Balai Besar KSDA Jawa Timur menjelaskan satwa-satwa yang dilindungi tersebut nantinya dititipkan ke Lembaga Konservasi. Satwa jenis buaya akan dititipkan di Predator Park Batu, sementara landak Jawa akan dititipkan di Jatim Park.


Topik

Hukum dan Kriminalitas



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aries Marthadiharja

Editor

Nurlayla Ratri