JATIMTIMES - Akhirnya kini petugas gabungan melakukan proses pembasahan pada titik munculnya asap di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (22/10/2023). Agar tidak menimbulkan munculnya api titik asap terus dilakukan pembahasahan pada gunungan sampah tersebut.
Terlihat kepulan asap masih jelas keluar dari tumpukan sampah pada bagian yang curam. Tetapi asap yang keluar tidak pekat seperti pada kebakaran hebat Jumat 20 Oktober 2023 lalu. Dengan demikian petugas sudah melakukan proses pemadaman selama dua hari. Dalam dua hari petugas selama 24 jam non stop berupaya memadamkan api.
Baca Juga : Pasca Kota Kediri Bersalawat, Pemkot Kediri Pastikan Stadion Brawijaya Bisa Digunakan Pertandingan Liga 1
“Saat ini sedang dilakukan pembasahan pada titik-titik asap yang ditemukan pada gunungan sampah sisi selatan dekat lahan milik warga,” ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu, Supriyanto.
Dalam dua hari terakhir proses pemadaman telah menghabiskan 320 ribu liter air. Dengan rincian hingga siang ini sudah menggunakan air sebanyak 80 rit mobil tangki. Untuk satu tangki kapasitas air yang dimuat 4 ribu sampai 5 ribu liter air.
“Kalau di rata-rata terendah saja itu 4.000 liter per rit tangki air. Terus dikalikan 80 rit mobil tangki air. Berarti, sampai siang ini (Minggu) sudah menggunakan 320 ribu liter air untuk pemadaman gunungan sampah TPA Tlekung yang terbakar,” imbuh Supriyanto.
Dengan menerjunkan 5 unit mobil supply, 2 unit Dinas Lingkungan Hidup, serta 2 dari Perumdam Among Tirto. Selama proses pemadaman didapati beberapa kendala. Mulai dari letak si jago merah yang berada di area tebing. Kemudian angin kecang hingga jauhnya sumber air yang dijangkau.
Baca Juga : Pakubuwono X Tokoh di balik Layar Sarekat Islam: Alat Perjuangan Santri di Era Pra Kemerdekaan
Selain itu petugas masih menghitung luas area yang terdampak, juga penyebab terjadinya kebakaran tersebut juga masih belum menemui titik terang. “Semoga terus membaik. Jika sudah dinyatakan hijau. Sudah tidak ada titik api. Maka, kita tarik personelnya,” harap Supriyanto saat di TPA Kota Batu.