JATIMTIMES - Sebanyak empat ribu santri Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2023 dengan pawai kostum busana daur ulang limbah di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (21/03/2023) Malam.
Berbagai kostum unik mereka gunakan. Kostum itu berbahan dasar daur ulang limbah seperti plastik bekas yang didesain seperti busana pakaian adat Nusantara.
Baca Juga : Kuatkan Sistem Informasi Desa Pakiskembar, FISIP UB Gelar Pelatihan Videografi
Mahmud Al Fahmi selaku kepala sekolah SMP Progresif Bumi Shalawat mengatakan, perayaan HSN 2023 yang digelar merupakan pawai perdana bagi santri. Tahun sebelumnya, pihak pondok pesantren hanya mengirim perwakilan saat perayaan HSN berlangsung.
"Alhamdulilah, gelaran pawai dengan tema pemanasan global ini merupakan perayaan yang pertama digelar di Ponpes Progresif Bumi Shalawat. Selain menghibur masyarakat di sekitar ponpes, kami juga turut mengajak masyarakat untuk menanam pohon. Ada sekitar 150 bibit tanaman yang akan di bagikan kepada masyarakat sekitar selama pawai berlangsung," ungkap Mahmud, Minggu (22/10/2023).
Adapun peserta pawai terdiri dari para santriwan dan santriwati dari tingkat SD hingga SMA. Mereka terlihat sangat antusias dan gembira saat melakukan pawai dengan berjalan keliling Desa Lebo dengan menempuh jarak sejauh lima kilometer.
Mahmud menambahkan, dalam memperingati HSN 2023 ini, pihaknya memilih menggelar pawai dengan tema pemanasan global bermaksud untuk memberikan edukasi kepada para santri juga masyarakat sekitar pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
"Tidak hanya edukasi kepada para santri, namun juga kepada warga sekitar tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan merawat bumi dengan memberikan bibit pohon untuk di tanam di lingkungan desa," imbuh Mahmud.
Baca Juga : Reklame Parpol Banyak Terpasang di Pohon, Ketua DPRD Kota Malang: Masyarakat Boleh Langsung Turunkan
Pawai yang diikuti murobbi murobbiyah, ustaz dan ustazah serta segenap karyawan Ponpes Progresif Bumi Shalawat ini juga sebagai bentuk implementasikan Kurikulum Merdeka Belajar juga tentunya para orang tua santri ikut andil melihat gelaran pawai pada Sabtu Malam.
"Pawai ini juga bentuk Ponpes Progresif Bumi Shalawat dalam merealisasikan kurikulum merdeka belajar yang di dalamnya terdapat P5, yakni proyek, penguatan, profil pelajar, Pancasila. Harapan saya, semoga para santri dapat benar-benar menjadi santri yang berakhlak baik yang peduli dengan kelestarian lingkungan dan bermanfaat juga bagi lingkungan sekitarnya," tutupnya.