free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Politik

Survei Ganjar Lemah di Jabar, PDIP: Pilpres Rebut Suara Nasional

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

29 - Sep - 2023, 22:14

Loading Placeholder
Ketua DPP PDIP, Said Abdullah. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - PDIP menanggapi hasil survei bacapres Ganjar Pranowo yang menunjukkan hasil suaranya cenderung lemah di Jawa Barat (Jabar). PDIP menegaskan pemenangan capres harus merebut suara secara nasional, bukan hanya di provinsi tertentu.

"Ganjar Pranowo diajukan sebagai calon presiden, yang artinya PDI Perjuangan bersama PPP, Perindo dan Hanura harus menenangkan beliau secara nasional. Oleh sebab itu, kami tidak terpengaruh dengan framing-framing di media yang hanya menonjolkan capres lain yang unggul di satu provinsi saja, sebab pilpres untuk merebut suara nasional bukan suara satu dua provinsi saja," kata Ketua DPP PDIP Said Abdullah kepada wartawan, Jumat (29/9/2023).

Baca Juga : Viral Poster Ajakan Salat Jumat di Sumenep, Ada Foto Anies-Cak Imin

Said kemudian mengatakan jika hasil survei Ganjar unggul di Provinsi lainnya.

"Kalau hanya mau main framing, Ganjar Pranowo di berbagai survei juga unggul di banyak provinsi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Lampung, dan masih banyak lagi. Tetapi kami tidak mau memainkan framing demikian," ujarnya.

Lebih jauh ia menegaskan partai-partai di poros pendukung Ganjar terus memantapkan keunggulan suara secara nasional. Menurutnya, tingkat elektabilitas Ganjar masih relatif unggul ketimbang dua bacapres kuat lainnya, yakni Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

"PDI Perjuangan bersama dengan PPP, Perindo dan Hanura fokus memenangkan perolehan suara Mas Ganjar memantapkan keunggulan secara nasional dibandingkan capres lainnya. Dan sejauh ini dari berbagai lembaga survei hasilnya sangat memuaskan. Mas Ganjar Pranowo masih leading dibandingkan dengan Pak Prabowo dan Mas Anies Baswedan dengan tren yang makin kokoh," katanya.

Meski begitu, Said menambahkan pihaknya terus mengejar ketertinggalan suara Ganjar di daerah-daerah tertentu. Soal ketertinggalan suara Ganjar di Jabar, Said optimistis dapat menutupnya dengan elektabilitas di provinsi lainnya.

"Konsentrasi kami fokus menutup jarak perolehan suara Mas Ganjar di provinsi yang Mas Ganjar belum unggul, agar bisa mendekatkan jarak elektabilitas dengan capres lain yang lebih unggul. Sementara untuk contoh provinsi yang saya sebutkan di atas targetnya meningkatkan perolehan suara Mas Ganjar agar merentangkan jarak yang kian menjauh, mengokohkan dominasi elektabilitas Mas Ganjar di banding yang lainnya," katanya.

"Meskipun di Jabar posisi Mas Ganjar belum kuat, namun posisi itu bisa digantikan dari provinsi lainnya yang elektabilitas Mas Ganjar sangat tebal," imbuhnya

PDIP, kata Said, terus menggalang kerja sama dengan tokoh masyarakat di berbagai daerah. Dia menyinggung kerja sama politik dengan bagi-bagi kursi menteri.

"Dalam keyakinan politik kami, rakyatlah yang akan menentukan arah kepemimpinan nasional. Dari hari ke hari rakyat akan semakin relatif otonom dalam menentukan pilihan politiknya. Karena itu, merebut hati rakyat jauh lebih penting ketimbang dagang sapi politik untuk bagi-bagi kursi menteri," katanya.

"Konsesi politik Mas Ganjar dengan rakyat, seperti yang beliau tegaskan berkali kali, 'tuanku adalah rakyat'. Dengan posisi politik yang relatif minim terjerat dagang sapi politik, jelas bila dipercaya rakyat, peluang Mas Ganjar membentuk zaken kabinet yang profesional jauh lebih besar ketimbang capres yang sejak awal 'terjerat' dengan dagang sapi politik," lanjut dia.

Diketahui, LSI Denny JA merilis survei elektabilitas 3 kandidat bakal calon presiden (bacapres) 2024 berdasarkan suara pemilih dari warga Jawa Barat. Hasilnya, Prabowo Subianto menempati urutan pertama dengan 46,1%, disusul Anies Baswedan 29,3% dan Ganjar Pranowo 18,4%.

Survei dilakukan pada periode 10-19 September 2023 dengan total 440 responden di 27 kabupaten/kota di Jabar. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik multi-stage random sampling atau secara acak dan margin of error 4,8%.

"Di Jawa Barat, Prabowo memimpin cukup jauh. Kedua ada Anies Baswedan dan di bawahnya ada Ganjar Pranowo," kata Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA Toto Izul Fatah saat rilis survei di Bandung, Kamis (28/9).

Baca Juga : Ganjar Beri Jawaban Soal Nama Mahfud dan Khofifah, Siapa Jadi Cawapres?

"Di Jawa Barat, Prabowo memimpin cukup jauh. Kedua ada Anies Baswedan dan di bawahnya ada Ganjar Pranowo," kata Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA Toto Izul Fatah saat rilis survei di Bandung, Kamis (28/9/2023).

Toto mengungkap, dibandingkan dengan Februari 2022, elektabilitas ketiga kandidat capres itu mengalami kenaikan signifikan. Saat itu, Prabowo elektabilitasnya di Jabar masih 26%, disusul Anies 17,3% dan Ganjar 7,8%.

"Ada peningkatan yang merata, seluruh calon (elektabilitasnya) naik. Kenaikan signifikan terlihat dari Prabowo Subianto, dalam satu tahun naik 20-an persen," ungkapnya.

Sementara itu, mengenai elektabilitas kandidat cawapres, LSI Denny JA merilis 6 nama yang banyak dipilih warga Jabar. Mulai dari Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Erick Thohir, Muhaimin Iskandar hingga Gibran Rakabuming Raka.

Hasilnya, RK menempati urutan pertama sebagai cawapres favorit pilih warga Jabar dengan elektabilitas 40,7%, Sandiaga Uno 12,3% dan Erick Thohir 11,1%. Disusul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin 10,5%, Mahfud Md 6,4% dan Gibran 4,5%.

LSI Denny JA juga membuat simulasi tingkat elektabilitas 3 kadidat pasangan calon Capres-Cawapres di Jabar. Simulasi itu dibuat berdasarkan potensi dari para elite politik yang mencuat dari berbagai pemberitaan di media massa.

Hasilnya, jika Prabowo dipasangkan dengan Erick Thohir, elektabilitas pasangan ini 43,4%. Kemudian pasangan Anies-Cak Imin 25,5% dan Ganjar-RK 24,8% atau Ganjar-Sandiaga 20%.

"Yang menarik, meski Ganjar ada di posisi ketiga, saat dibuat simulasi berpasangan dengan RK atau Sandiaga Uno, elektabilitasnya naik di Jawa Barat. Tapi tetep, elektabilitas Prabowo masih unggul dibandingkan 2 kandidat pasangan yang lain," ungkapnya.

Toto pun menyimpulkan, keunggulan Prabowo di Jabar dipengaruhi karena modal awal pernah ikut bertarung dalam Pilpres periode sebelumnya. Ditambah, mesin Partai Gerindra kini sudah bergerak dengan bergabungnya mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

"Pergerakan Dedi Mulyadi yang cukup massif dan all out mengkampanyekan Prabowo di Jawa Barat. Yang pasti, Dedi juga membawa gerbong pemilih dari Golkar untuk mendukung Prabowo. Untuk dua capres lainnya, dukungan menaik lebih karena mulai massifnya aneka atribut ruang publik seperti sepanduk, banner dan stiker. Termasuk, sejalan dengan makin luasnya pengetahuan publik di Jabar terhadap nama-nama para capres, terutama lewat media sosial," pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri

Politik

Artikel terkait di Politik

--- Iklan Sponsor ---