JATIMTIMES - Sebanyak 18 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Blitar dilaporkan hidup dalam pasungan.
Mirisnya, mereka dipasung oleh keluarganya sendiri karena dianggap membahayakan keselamatan orang lain.
Baca Juga : Kementerian KKP Musnahkan 20 Ekor Ikan Predator Milik Warga Kota Blitar
Subko Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Hyndra Satria mengatakan, 18 ODGJ tersebut masih dipasung dengan beragam alasan.
Alasan terbesar adalah karena jika dilepas mereka akan membahayakan keselamatan orang di sekitarnya.
Dari riwayatnya, beberapa diantara mereka bahkan ada yang pernah membakar rumah dan mengancam nyawa orang lain.
"Totalnya ada 18 ODGJ yang sampai saat ini masih hidup dalam pasungan. Sebenarnya pada awal 2023 ada satu yang dilepas. Tapi selang beberapa bulan ada 1 ODGJ yang dilaporkan dipasang pasung. Jadi totalnya tetap 18 orang sampai pertengahan tahun 2023 ini," kata Hyndra, Rabu (2/8/2023).
Dijelaskan Hyndra, ODGJ yang terpasang ini tersebar di beberapa kecamatan. Diantaranya di kecamatan Binangun, Bakung, Selopuro, Selorejo, Gandusari, Nglegok, Ponggok dan Wonodadi.
Baca Juga : Hadiri Latgab TNI di Situbondo, Mahfud MD Resmi Jadi Warga Kehormatan Korps Marinir AL
Dinas Kesehatan melalui petugas Puskesmas hingga kini aktif memonitoring keadaan 18 ODGJ yang dipasung tersebut. Dinkes juga meminta keluarga untuk memantau kondisi kesehatan anggota keluarga mereka yang dipasung.
“Kami dari Dinas Kesehatan juga menyediakan pelayanan psikiater untuk warga yang mengalami gangguan kejiwaan. Ada empat fayankes yang sudah dilengkapi dengan layanan psikiater yaitu Puskesmas Srengat, Puskesmas Kademangan, Puskesmas Kesamben dan RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi," pungkasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, selain 18 ODGJ yang dipasung, hingga awal Agustus 2023 jumlah ODGJ keseluruhan hingga saat ini di Kabupaten Blitar mencapai sekitar 2.219 orang.