JATIMTIMES - Salah satu unit keroncong modern asal Kota Malang, yakni Kos Atos, menggandeng vokalis Begundal Lowokwaru Ustard Chipeng untuk berkolaborasi dalam klip video yang baru saja dirilis dengan tajuk "Main Gila".
Main Gila sendiri merupakan salah satu playlist dari album Orkes Is Dead milik Kos Atos yang klip videonya secara resmi dirilis pada Minggu (30/7/2023) di akun YouTube Kos Atos.
Baca Juga : Diskominfo Pemkot Surabaya Hapus Video Sambutan Megawati Saat Peresmian Kebun Raya Mangrove, Ada Apa?
Kos Atos sendiri merupakan band keroncong modern dari Kota Malang yang diperkuat oleh Mukti Irianto (vokal), Vigil Kristologus (drum), Fajar Sandy (gitar), Michelle Brily (cello), Eka Catra (cak), Krisna Satria (cuk), dan Risandy Eka Nugraha (bas).
Lagu Main Gila bercerita tentang penggambaran dunia yang sedang 'gila' dan mengambil kondisi atau situasi di mana memang ada orang-orang dibsekitar yang rela saling menjatuhkan untuk mendapatkan sesuatu. Bahkan cenderung bersaing dengan cara yang tidak sehat.
"Kita pun kadang dibuat geleng-geleng dengan kondisi yang sulit dipercaya dan tak masuk akal di bagian hidup yang penuh kompetisi yang tidak sehat itu. Ingin menolak, namun ternyata malah seperti terjebak pada lingkungan yang tak enak itu," ujar Vigil, Senin (31/7/2023).
Lebih lanjut, vokalis Begundal Lowokwaru Ustard Chipeng yang dipilih sebagai kolaborator penuh dalam lagu Main Gila ini terkesan dengan inovasi dan pergerakan dalam hal musik oleh Kos Atos.
"Sesuai judul, Kos Atos mainnya memang gila. Teman-teman ini sukanya menabrak pakem atau kebiasaan. Sukanya yang nggak umum. Judulnya main, tapi isinya beneran serius," ucap Ustard Chipeng.
Menurut dia, Kos Atos selalu menghadirkan kesegaran-kesegaran baru dalam setiap rilisannya. Terlebih lagi, pergerakan dan inovasi Kos Atos terkadang sulit ditebak.
"Kemarin sama Iksan Skuter ya njoget, kali ini sama aku ya njoget, njoget yang nge-punk tapi," ungkap pria yang sudah menjadi vokalis Begundal Lowokwaru sejak tahun 1999 ini.
Sementara itu, dalam penggarapan musik audio, Kos Atos menggandeng Andika Aris dari Blackstudio.id sebagai produser. Kemudian untuk klip video Main Gila, Kos Atos mengambil konsep suasana SMA sebagai latar visual untuk memperkuat latar belakang lagu.
Dalam klip video Main Gila juga ditampilkan cerita berbagai jenis murid. Mulai dari murid yang lemah, murid pintar, murid yang sok menjadi seperti preman, hingga guru yang sedikit nakal di belakang layar mata para muridnya.
Tim produksi blackstudio.id pun mencoba meramu lagu Main Gila dengan sangat apik dan mengerucutkan isi lagu yang telah tersaji secara mendalam. Aris mengatakan, dirinya bersama tim produksi juga mencoba memberikan sentuhan visual yang sesuai dengan konteks dan isinya.
Baca Juga : Viral Video Detik-Detik Penyelamatan Pekerja Kebun Sawit yang Diterkam Buaya
"Ini merupakan materi yang teramat dalam sebagai sebuah lagu jika dilihat dari lirik-liriknya. Pesan-pesannya sudah cukup jelas apa yang mereka sampaikan," kata Aris.
Pihaknya mengaku, bersama tim produksi hanya memoles dan memberikan adegan yang sesuai dengan harapan. Sehingga memudahkan pemirsa untuk memahami maksud dan tujuan dari lagu Main Gila.
"Maka dari itu kami mencoba mengemas seringan mungkin namun tetap sesuai dengan isi lagunya," imbuh Aris.
Sementara itu, bassis sekaligus manajer Kos Atos, yakni Risandy, mengatakan, diluncurkannya lagu dan klip video Main Gila dengan menggandeng Ustard Chipeng merupakan suatu bentuk konsistensi Kos Atos dalam berkarya.
"Dalam album Orkes Is Dead, masing-masing lagunya memiliki karakter yang berbeda-beda, termasuk lagu yang dirilis music videonya ini," kata Risandy.
Terlebih lagi, karya-karya yang disajikan selalu tampak ajaib dengan sentuhan berbagai genre musik. Hal itu pun, menurut Risandy, perlu dimaklumi karena kata belakang selera musik dari masing-masing personel yang berbeda-beda.
"Intinya kami mencoba menyampaikan gagasan penting pada interaksi sosial kami melalui musik ala Kos Atos ini. Terkesan berlebihan memang, namun nyatanya itu yang sedang kami kerjakan, mencoba bicara lewat musik, karena hakikatnya kami sebagai musisi ya bikin lagu," tandas Risandy.