JATIMTIMES - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang mendorong terbentuknya taman baca masyarakat (TBM) di setiap kelurahan se-Kota Malang. Tujuannya untuk menghidupkan gairah membaca masyarakat sehingga literasi masyarakat bisa semakin menguat.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman mengatakan, tingkat kelurahan dinilai menjadi lokasi yang cocok untuk dibangun TBM. Tujuannya agar masyarakat dapat lebih mudah menjangkau TBM karena lokasi kantor kelurahan yang cenderung tak terlalu jauh.
Baca Juga : Pakubuwono X, Raja Jawa Terkaya dan Bapak Pembangunan Kota Solo
"Perpustakaan saja tidak cukup untuk melayani masyarakat. Jadi, perlu menghidupkan taman baca masyarakat di kelurahan. Sehingga, masyarakat kita kaya akan literasi," ujar Fuad, Selasa (18/7/2023).
Dalam praktiknya nanti, TBM tidak hanya akan menyediakan area membaca dengan berbagai buku bacaan. Namun dirinya berharap TBM di setiap kelurahan nantinya bisa difungsikan sebagai salah satu ruang diskusi masyarakat di tingkat kelurahan.
"Bahkan TBM bisa menjadi tempat diskusi dan co-working space. Apalagi sudah ada wifi di setiap RW. Jadi, kami mendorong itu agar ada di tengah masyarakat. Artinya di tengah era digital ini, kita perlu mendekatkan layanan perpustakaan dengan menghidupkan TBM di 57 kelurahan," terang Fuad.
Selain itu, dirinya mendorong Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang untuk bisa membangun jejaring dengan perguruan tinggi (PT). Terutama dengan PT yang memiliki perpustakaan. Tujuannya, agar kegiatan penguatan literasi dapat dilakukan dan terkoneksi dengan program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah.
Selain itu, tak tertutup kemungkinan bagi pihak perguruan tinggi untuk berkegiatan di TBM yang ada di kelurahan. "Jadi, kampus bisa membuka atau mengakses perpustakaan yang ada di kampus. Lalu yang ada di perpustakaan agar diperbanyak kegiatan bukan hanya membaca, berdongeng, bercerita. Jadi, bisa ketemu banyak komunitas. Selain memperkaya buku, juga memperbanyak kegiatan," jelas Fuad.
Fuad mengatakan, rencana tersebut akan diusulkan dalam forum resmi kepada Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah. Besar harapannya usulan tersebut dapat mendapat restu untuk direalisasikan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK).
Baca Juga : Mary Susilo Bersama Ketua dan Kader DPC Gerindra Kediri Resmikan Posko Pemenangan Prabowo di Kediri
"Akan kami usulkan. Kalau sekilas, usulan ini sudah diterima oleh Dinas Perpustakaan. Kita kan sedang hearing terus ini. Mudah-mudahan bisa dalam PAK ini, silpa kita kan tinggi. Atau di APBD 2024 juga tidak masalah. Saat ini kami juga sedang mulai pembahasan APBD 2024," beber Fuad.
Dirinya menilai, penguatan literasi perlu dilakukan di tengah masifnya informasi yang masuk melalui kecanggihan teknologi yang terus berkembang saat ini. Bahkan, seharusnya teknologi yang ada saat ini juga turut dimanfaatkan.
"Sekarang kan ada buku digital, tinggal scan barcode seperti itu. Tapi yang perlu memang menggiatkan minat baca nya. Apalagi di tahun politik seperti ini," pungkas Fuad.